(Vibizmedia-Nasional) Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai miniatur Indonesia, ditengah perbedaan penduduk berbagai macam suku, tidak menjadikan masyarakat bermusuhan, tetapi semakin kuat untuk bersatu.
Banyaknya isu hoaks dan kabar fitnah yang beredar saat ini, Jokowi berpesan agar masyarakat Kalbar, berani melawannya. Saya contohkan fitnah perkawinan sejenis dilegalkan apabila saya kembali menjadi Presiden RI selanjutnya. Dan isu ini harus diluruskan, tegas Jokowi saat menghadiri kampanye terbuka di hari keempat, di halaman Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, hari ini, Rabu (27/3).
Selain itu, fitnah lainnya adalah pelarangan azan jika dirinya memenangi Pilpres 2019. Banyak kabar bohong yang harus dijelaskan dan hal itu merupakan cara berpolitik yang tidak beretika dan tidak bertata krama yang baik, jelasnya.
Semakin mendekati hari pemilu 2019, Capres 01 ini mengingatkan masyarakat Kalbar, untuk menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai karena urusan gubernur, bupati dan presiden seperti tidak menjadi saudara lagi, antar tetangga tidak saling sapa.
Baginya, persaudaraan dan kerukunan dan hidup berdampingan adalah nomorsatu. Karena Indonesia negara besar dengan penduduk mencapai 260 juta dari 17 ribu pulau dengan 34 provinsi.
Menurutnya, provinsi yang berbatasan dengan Malaysia ini, menyimpan potensi seperti kuliner, padi dan tanaman holtikultural yang perlu dikembangkan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah bisa menjadi bagian besar dari pondasi menuju Indonesia Maju serta menjadi lumbung padi nasional.
Di provinsi yang dihuni beragam suku seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Madura, dan Bugis itu telah dibangun Pos Lintas Batas Nasional (PLBN) yang layak bersanding dengan pos lintas milik Serawak, Malaysia. PLBN di Entikong, Badau, dan Aruk kini memiliki jalan yang lebar dan beraspal mulus.
Jokowi jelaskan pengembangan Bandara Supadio, lalu pembangunan Pelabuhan Kijing, jembatan gandeng di Landak, serta jembaran di Sungai Sambas Besar dilakukan untuk mendukung peningkatan potensi yang dimiliki Pontianak. Pemerintah akan melakukan kajian untuk membangun Tol Pontianak-Singkawang. Saya sudah 10 kali ke Pontianak, dan sekarang saya tanya, apakah jalan di Entikong, Badau, dan Aruk sudah bagus? tanya Jokowi yang langsung dijawab, ‘bagus’ oleh para pendukung.
Ia pun meminta masyarakat Pontianak untuk memilih pemimpin yang punya pengalaman demi memajukan daerahnya. Saya sudah membuktikan melalui rekam jejak, kejujuran dan prestasi dengan pengalaman menjadi wali kota, gubernur dan presiden menjadi modal saya untuk kembali memimpin.









