Debat Capres IV 2019, Jokowi Perkenalkan Pasukan TNI Yang Terintegrasi

0
831

(Vibizmedia – Pilpres 2019) Dalam segmen ketiga debat calon Presiden keempat 2019 di Hotel Shangrilla hari Minggu (30/03), Calon Presiden nomor urut 01 mendapat kesempatan menjawab pertanyaan berikut.

Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk TNI dan alat material khusus (almatsus) untuk Polri merupakan hal yang penting bagi pembangunan sistem pertahanan dan keamanan yang kuat dan modern. Namun demikian kondisi alutsista dan almatsus saat ini masih belum memadai karena keterbatasan anggaran, di sisi lain problem transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan alutsista dan almatsus juga menjadi masalah tersendiri. Bagaimana strategi dan upaya untuk memodernisasi alutsista dan almatsus dengan tetap menjamin transparansi dan akuntabilitas di tengah keterbatasan anggaran negara.

Calon Presiden nomor urut 01 menekankan penting sekali yang namanya gelar pasukan yang terintegrasi, yang tidak Jawa-sentris. Karena itu Joko Widodo perintahkan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI untuk membangun Divisi 3 Kostrad di Gowa, Komando Angkatan Udara di Biak, kemudian Armada 3 Angkatan Laut di Sorong, Semua ini sudah dalam proses pembangunan dan segera akan jadi.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Penting sekali yang namanya gelar pasukan yang terintergasi, tidak Jawa Centris, di Natuna, Morotai, Saumlaki, dan Biak.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Vibizmedia (@vibizmediacom) pada

“Saya telah memerintahkan untuk gelar pasukan di 4 titik penting gelar pasukan terintegrasi yaitu di Natuna sebelah barat, Morotai sebelah timur, di Saumlaki dekat Masela sebelah Selatan dan kemudian di Biak”, tekan Joko Widodo.

Joko Widodo menyatakan dari gelar pasukan ini artinya titik-titik pinggir yang ada di negara ini semuanya terjaga dan dengan radar maritim dan udara sudah menguasai seluruh wilayah kita 100% , karena ada 19 titik radar udara kita yang telah terkoneksi, ada 11 titik radar maritim kita terkoneksi.

“Anggaran di Kementerian Pertahanan kita sekarang sudah 107 triliun , nomor dua setelah kementerian PU. Artinya perhatian kita terhadap pertahanan bukan main-main bahwa masih ada yang proses ada yang kurang inilah yang harus kita perbaiki sebagai pemimpin. Saya optimis dengan penguasaan Radar Udara. Radar Maritim yang sudah 100% siapapun yang masuk ke teritori kita, kita akan tahu”, ujar Joko Widodo.

Menanggapi penjelasan Joko Widodo, maka Prabowo menyinggung keraguannya akan apa yang diinformasikan kepada Joko Widodo. Kembali Prabowo menekankan penting mengkaji pertahanan negara.

Giliran Joko Widodo menanggapi sanggahan Prabowo, yang melihat Prabowo tidak percaya pada TNI. Bagi Joko Widodo sebagai orang biasa sangat percaya kepada TNI. “Karena saya lihat sendiri kok dibangun di sana. Di Sorong juga sudah mulai dibangun, saya cek bener ada barangnya”, Jokowi menekankan.
Bagi Jokowi yang paling penting adalah dalam rangka masih kurangnya anggaran pertahanan, maka dibangun dengan cara investasi di bidang alutsista.

“Setiap anggaran yang ada di Kementerian Pertahanan itu harus kita pakai untuk membangun industri alutsista dan kita memiliki tank harimau hitam, juga telah memiliki kapal selam hasil kerjasama kita dengan negara lain yang namanya kapal selam Dadali, karena kita belum siap untuk mengerjakan. Kalau investasi-investasi di bidang pertahanan itu terus kita lakukan, saya yakin kita akan memiliki alutsista yang baik tapi kita juga akan memiliki teknologi, menguasai teknologi dan bisa transfer of knowledge dari yang sudah memiliki teknologi itu”, tutup Joko Widodo.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here