(Vibizmedia-Index) – Mengawali perdagangan saham kawasan Asia Pasifik hari Rabu (01/05) bursa saham Australia dibuka menguat dan New Zealand sebaliknya masuk zona merah. Di kawasan Asia Pasifik banyak bursa saham yang tutup bertepatan dengan hari buruh sedunia (May Day) seperti bursa Jepang, Shanghai, Hong Kong, Korea selatan dan juga Indonesia.
Indeks ASX 200 di bursa saham Australia bergerak kuat setelah dibuka lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya dengan kenaikan 0,57 persen, disupport pergerakan kuat saham-saham perbankan unggulan yang dikenal Big Four Bank Australia seperti saham ANZ Grup naik 2,83%, Commonwealth Bank of Australia naik 1,22%, Westpac menguat 1,71% dan National Australia Bank naik 1,26%.
Indeks NZX 50 di bursa New Zealand dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya dan bergerak bearish, tertekan kuat anjloknya saham-saham unggulan seperti saham ANZ turun 0,41%, saham Telstra Group turun 1,41% dan saham Air New Zealand anjlok 2,13%.
Bursa saham Australia bergerak kuat menghiraukan sentimen mixednya perdagangan saham bursa Wall Street semalam yang membuat 1 indeks utamanya retreat dari rekor perdagangan sebelumnya.
Keuntungan Bursa Wall Street Mixed, Saham Induknya Google Terjun Bebashttps://t.co/hoiK0FH45N#HariBuruh #Ajax #trading #forexsignal pic.twitter.com/Naunbk131f
— vibiznews.com (@vibiznews) May 1, 2019
Tentang tutupnya bursa saham Asia Pasifik lainnya, bursa saham Jepang sudah tutup sejak perdagangan awal pekan yang diliburkan pemerintah dalam rangka penobatan putra mahkota Naruhito menggantikan Kaisar Akihito yang turun tahta. Bursa dan institusi keuangan lainnya diliburkan selama 10 hari.
Sebagai informasi perdagangan sebelumya, bursa saham Asia banyak yang anjlok kecuali bursa saham Indonesia di tengah tekanan sentimen buruknya data PMI China yang menimbulkan kekhawatiran baru kondisi ekonomi global. Seperti yang diberitakan sebelumnya penutupan bursa Asia; indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong turun 0,5% menjadi 29.732; indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan kehilangan 0,5% menjadi 2.205; dan indeks ASX 200 di bursa saham Australia turun 0,5% menjadi 6.326.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang








