(Vibizmedia-Commodity) – Meskipun pasar komoditas Indonesia sedang libur, pasar emas internasional di sesi Asia hari Rabu (05/06) menunjukkan harganya sedang naik dan berada di kisaran harga tertinggi 3-1/2 bulan. Tingginya harga emas masih stabil sekalipun perdagangan aset resiko diindikasikan pulih kembali oleh kenaikan yield treasury dan saham.
Harga emas spot sedang bergerak menuju posisi tinggi 3-1/2 bulan yang dicapai perdagangan hari sebelumnya, dan kini berada di posisi $1.326,57 per troy ons atau telah naik 0,4 persen dari posisi penutupan. Untuk harga emas berjangka bursa Amerika sedang berada di posisi $1.328.70.
Harga emas spot atau LLG telah naik lebih dari 4% sejak level terendah satu minggu di $1.274,44 per ounce yang dicapai pekan lalu terutama karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan ekspektasi bahwa Fed AS akan memangkas suku bunganya untuk mengimbangi dampak perang dagang AS-Tiongkok.
Semalam diberitakan Presiden Fed Jerome Powell berkomentar dalam konferensi mereka di Chicago yang menunjukkan optimisme tentang kemungkinan penurunan suku bunga bank sentral Amerika. Ekspektasi penurunan suku bunga ini semakin kuat setelah hari sebelumnya Presiden Fed St. Louis James Bullard menyarankan penurunan suku bunga mungkin akan segera dilakukan sebagian karena meningkatnya ketegangan perdagangan global.
Kebijakan suku bunga sangat sensitif bagi pergerakan harga emas global dan ekspektasi penurunan suku bunga berdampak akan menginggikan harga logam mulia tersebut. Tahun lalu harga emas bergerak lemah oleh kenaikan suku bunga yang dilakukan Fed hingga naik dari posisi suku bunga terendah.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas untuk hari kedepan masih akan tetap menanjak sampai ada sentimen baru yang mempengaruhinya. Dan secara teknikal harga emas akan naik ke posisi posisi resistennya di 1328.92 – 1333.41. Namun jika berbalik arah akan turun menuju support di 1319.36 – 1313.10.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang








