Bursa Wall Street dan Dolar AS Menguat Meski Data Ekonomi Mengecewakan

0
759

(Vibizmedia – Market News) – Mengakhiri perdagangan pasar keuangan Amerika awal pekan Selasa (18/06) dini hari, bursa saham Wall Street berhasil rebound setelah akhir pekan lalu merugi. Demikian juga dolar AS alami kenaikan tipis dari perdagangan sebelumnya yang dibatasi oleh buruknya rilis data ekonomi dari Fed.

The New York Fed merilis laporan sebelum dimulainya perdagangan yang menunjukkan penurunan tajam dalam aktivitas manufaktur regional pada bulan Juni. The New York Fed mengatakan indeks kondisi bisnis secara umum anjlok ke 8,6 negatif pada Juni dari positif 17,8 pada Mei, dengan pembacaan negatif menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

Selain itu juga laporan  National Association of Home Builders menunjukkan kemunduran yang tak terduga dalam kepercayaan pemilik rumah di bulan Juni.  Indeks Pasar Perumahan NAHB/Wells Fargo turun menjadi 64 pada Juni setelah melonjak menjadi 66 pada Mei.

Kurang optimisnya data ekonomi semalam justru memberikan keyakinan tambahan bahwa bank sentral Amerika akan menurunkan suku bunganya dalam waktu dekat, meskipun pada pertemuan Komite Kebijakan (FOMC) mereka pekan ini belum mengubahnya. Pasar memperkirakan pekan ini Fed akan memberi sinyal waktu penurunan suku bunga tersebut.

Bertambahnya ekspektasi penurunan suku bunga Fed sangat menguntungkan perdagangan saham. Akhir perdagangan di NYSE – Wall Street beberapa saat lalu , indeks Nasdaq ditutup naik 48,37 poin atau 0,7 persen menjadi 7.845,02, indeks Dow Jones naik 22,92 poin atau 0,1 persen menjadi 26.112,53 dan indeks S&P 500 naik 2,69 poin atau 0,1 persen menjadi 2.889,67.

Untuk posisi dolar AS berhasil menguat terhadap beberapa rival utamanya kecuali terhadap  swiss franc, loonie Canada dan juga euro dalam pair EURUSD. Indeks dolar yang menunjukkan kekuatannya terhadap rival utama ditutup menguat tipis ke posisi 97.56 setelah perdagangan sebelumnya menguat ke 97.55.

Dolar AS bisa menguat ditengah buruknya rilis data ekonomi merespon buruknya fundamental rivalnya seperti poundsterling dan yen Jepang. Poundsterling turun karena semakin buruknya perkembangan Brexit semalam dan yen Jepang melemah oleh kuatnya perdagangan saham global.

Untuk perdagangan hari ini diperkirakan bursa saham Amerika pada sesi malam akan dibuka menguat oleh optimisme penurunan suku bunga, sedangkan dolar AS berpotensi bearish yang terlihat pada perdagangan pagi bergerak negatif dari penutupan.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here