(Vibizmedia-Commodity) – Mengakhiri perdagangan komoditi sesi Amerika Selasa (16/07), harga emas ditutup melemah dari perdagangan sebelumnya oleh reboundnya dolar AS terhadap banyak rival utama serta kuatnya perdagangan saham global yang ditutup dengan pencetakan rekor bursa Wall Street.
Saham Citigroup Sumbang Rekor Tinggi Bursa Amerikahttps://t.co/vnCthcs5nH#bursa #wallstreet #mining #bircoin #saham #trader #profit #investasi #Dolar pic.twitter.com/19lIAWNzlU
— vibiznews.com (@vibiznews) July 15, 2019
Harga emas spot gold turun 0,26% menjadi $ 1.411,8 per troy ounce, setelah sempat naik tinggi awal sesi ke posisi $1.419,66. Demikian juga dengan harga emas berjangka AS untuk kontrak bulan Agustus naik 0,1% menjadi $ 1.413,6 per troy ounce, setelah sempat naik tinggi awal sesi ke posisi $1.419,85.
Kuatnya perdagangan aset resiko yang jadi barometer turunnya harga emas dipicu oleh kekuatan perdagangan saham dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Kekuatan bursa saham menghiraukan laporan pertumbuhan PDB tahunan kuartal kedua China yang turun ke level terendah 27-tahun di 6,2%.
Reboundnya dolar AS terjadi pada perdagangan forex awal pekan oleh aksi bargain hunting pasar dengan sepinya arahan pasar, setelah selama 3 hari berturut pekan lalu anjlok hingga ke posisi terendah sepekan. Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya naik 0,16 persen ke posisi 96.97, dan sempat turun ke posisi rendah 96.75.
Kurangnya arahan pasar perdagangan awal pekan dikarenakan investor berhati-hati menunggu data lain minggu ini, seperti data penjualan ritel AS dan produksi industri, untuk petunjuk tentang kesehatan ekonomi terbesar dunia.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi berakhir, analyst Vibiz Research Center memperkirakan posisi support di 1405.93– 1400.65. Namun jika bergerak naik akan mendaki ke posisi resisten 1419,24 – 1424.18.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang









