Sudah 96 Persen, RS Darurat Pulau Galang bagi Migran dari Luar Negeri

0
532
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono. (Foto : Humas BNPB)

(Vibizmedia – Nasional)  Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono, dalam keterangannya di Graha BNPB, Jumat (3/4) memberikan update penyelesaian Rumah Sakit Darurat Covid-19 Pulau Galang telah 96 persen. Sehingga RS tersebut akan siap beroperasi pada Selasa (6/4) pekan depan, seperti telah disampaikan  Presiden Joko Widodo dalam peninjauannya pada Rabu (1/4) lalu.

RS Pulau Galang merupakan gabungan dari renovasi eks penampungan pengungsi Vietnam dengan bangunan baru dan akan memiliki gedung observasi yang dapat menampung 200 tempat tidur dan gedung observasi lainnya menampung 50 tempat tidur.  Selain itu juga ada beberapa gedung lainnya yang memiliki total daya tampung hingga 460 pasien.

Untuk mobilisasi, RS ini dilengkapi fasilitas Helipad untuk darurat melalui udara dan dermaga yang mendukung kesiapan pelayanan pasien dan lainnya melalui jalur laut. Sedangkan jarak RS dari Kota Batam adalah kurang lebih 30 menit perjalanan melalui darat.

Pasien Kategori Ringan Sedang, para Migran dari Luar Negeri

RS Pulau Galang akan digunakan bagi pasien dengan kategori ringan dan sedang khususnya bagi para migran dari luar negeri. RS Pulau Galang juga dapat digunakan untuk masyarakat apabila layanan kesehatan atau RS lainnya di wilayah mereka tidak mampu menampung pasien.

Sementara itu, tim dokter yang ditunjuk selaku dan satgaskes yakni Kolonel Chaerul dari Kongdam I.

Sebagai pemenuhan kebutuhan personel untuk mendukung operasional di RS Pulau Galang, Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) tengah mempersiapkan perekrutan personel yang berasal dari TNI, Polri dan relawan.

“Saat ini sudah dilaksanakan persiapan-persiapan untuk merekrut dari personil-personil dari TNI, Polri, maupun dari sukarelawan, yang saat ini sudah berjumlah 77 orang yang sudah siap,” imbuh Laksamana Madya TNI Yudo.

Sedangkan untuk penunjang sarana dan prasarana, termasuk alat kesehatan, peralatan medis dan lainnya, Pemerintah melalui TNI telah memobilisasi kebutuhan tersebut melalui Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN maupun dari BNPB.

Sebagai informasi tambahan, terkait migran dari Malaysia yang hendak kembai ke Indonesia, Laksamana Madya TNI Yudo menegaskan bahwa Kogabelan I telah mengkoordinir pelaksanaan pemulangan melalui Kemenko Maritim, yang jumlahnya  ada 20.000 personel.

Dalam hal ini, Kobabelan I bersama TNI Angkatan Laut (AL) akan menggerakkan beberapa KRI yang saat ini sudah dalam posisi standby di perairan Batam. Apabila terdapat personel migran yang positif Covid-19 maka mereka akan ditampung di RS Pulau Galang.

“Sudah ada KRI yang standby di Batam, jadi sewaktu-waktu digunakan untuk mengangkut personel, khususnya Jawa, sudah siap semuanya di Batam,” tutup Laksamana Madya TNI Yudo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here