Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19

0
788
Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ. FOTO: GUGUS TUGAS NASIONAL

(Vibizmedia-Nasional) Selain menjaga kesehatan fisik, menjaga kesehatan mental dianggap penting oleh Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Lahargo menyampaikan upaya pertama yang dapat dilakukan adalah membatasi informasi yang berlebihan. Menurutnya, informasi terkait dengan Covid-19 yang belum diketahui kebenaran dapat memicu kecemasan.

“Kita dapat mengurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca atau mendengarkan informasi yang berlebihan. Mengambil jarak sejenak dari informasi yang berlebihan juga baik,” ungkap dr. Lahargo dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Nasional, pada Jumat 1 Mei 2020.

Kedua, yaitu memilah informasi yang diperoleh. Masyarakat sebisa mungkin untuk mendapatkan informasi yang akurat dari sumber terpercaya dan melakukan pencegahan atau penanganan yang dianjurkan. Membaca berita dari sumber yang keliru dapat menambah kecemasan dan kekhawatiran sehingga ini akan berdampak pada kesehatan jiwa, lanjutnya.

Selanjutnya masyarakat dapat menghindari perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal positif, seperti menghindari merokok, mengkonsumsi alkohol dan narkoba.

“Apabila merasakan stres atau perasaan yang tidak nyaman segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, konselor dan lainnya untuk mendapatkan pertolongan cepat dan tepat,” terangnya.

Mengatasi permasalahan kesehatan jiwa, masyarakat dapat melakukan teknik keterampilan seperti relaksasi dengan menarik napas dalam.
Lahargo menyampaikan bahwa pihaknya juga memberikan layanan swaperiksa masalah psikologis secara online, yang dapat diakses masyarakat melalui laman www.pdskji.org.

Layanan tersebut, Laharga mengatakan sekitar 1.522 pengakses memanfaatkan layanan sejauh ini. Tiga masalah psikologis yang ditemui yakni kondisi cemas, depresi dan trauma psikologis. Dari jumlah pengakses layanan menunjukkan 63% dari mereka mengalami kecemasan dan 66% depresi.

Untuk itu, dirinya berpesan agar anak dan remaja di lingkup keluarga untuk selalu terhubung dengan teman maupun saudara.

“Ciptakan suasana aman dan ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang produktif,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here