Vibizmedia – Nasional) Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Achmad Yurianto, di Graha BNPB, hari ini kembali menyampaikan update angka akumulatif perkembangan data kasus Covid-19 dari seluruh Indonesia hingga tanggal 7 Mei 2020.
Mari kita melihat penambahannya adalah sebagai berikut:
Dari total 12.438 kasus positif terinfeksi Covid-19 yang diberitakan kemarin, maka hari ini bertambah sebanyak 338 kasus menjadi 12.776 kasus positif akumulatif. Dengan demikian telah terjadi penurunan dalam pertambahan kasus dari 367 kasus kemarin menjadi 338 kasus.
Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sudah sembuh dan diijinkan pulang, dari total 2.317 orang yang diberitakan kemarin, bertambah 64 orang menjadi 2.381 orang. Maka bagi yang telah dinyatakan sembuh, jika kemarin bertambah 120 orang, hari ini bertambah 64 orang.
Untuk pertambahan kasus meninggal, maka dari total 895 orang yang diberitakan meninggal kemarin, bertambah sebanyak 35 orang menjadi 930 orang. Dengan demikian pertambahan kasus meninggal telah terjadi kenaikan dari kemarin tercatat 23 orang maka jumlah yang meninggal pada hari ini adalah 35 orang.
Hingga tanggal 7 Mei 2020 jumlah orang dalam pemantauan (ODP) secara akumulatif bertambah 2.729 , mengalami kenaikan dari kemarin tercatat sejumlah 1500, menjadi 243.455 orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 1.576, mengalami kenaikan dibanding kemarin tercatat bertambah 524, menjadi 28.508 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 354 kabupaten/kota di Tanah Air (sebelumya 350 kabupaten/kota). Hingga saat ini seluruh provinsi sudah terdampak Covid-19.
Hingga tanggal 7 Mei 2020 maka berikut akumulatif daftar jumlah penderita positif di seluruh provinsi :
Provinsi Aceh 17 kasus (tidak ada penambahan), Bali 287 kasus (sebelumnya 277), Banten 495 kasus (sebelumnya 487), Bangka Belitung 28 kasus (tidak ada penambahan), Bengkulu 14 kasus (tidak ada penambahan), Yogyakarta 137 kasus (sebelumnya 122) , DKI Jakarta 4.855 kasus (sebelumnya 4,770).
Selanjutnya di Jambi 47 kasus (tidak ada penambahan), Jawa Barat 1.381 kasus (sebelumnya 1.320), Jawa Tengah 904 kasus (sebelumnya 891), Jawa Timur 1.267 kasus (sebelumnya 1.221), Kalimantan Barat 95 kasus (sebelumnya 90), Kalimantan Timur 182 kasus (tidak ada penambahan), Kalimantan Tengah 188 kasus (sebelumnya 186), Kalimantan Selatan 238 kasus (sebelumnya 225), dan Kalimantan Utara 131 kasus (tidak ada penambahan).
Kemudian di Kepulauan Riau 98 kasus (tidak ada penambahan), Nusa Tenggara Barat 300 kasus (sebelumnya 289) , Sumatera Selatan 227 kasus (sebelumnya 210), Sumatera Barat 252 kasus (sebelumnya 238), Sulawesi Utara 45 kasus (tidak ada penambahan), Sumatera Utara 142 kasus (sebelumnya 141), dan Sulawesi Tenggara 69 kasus (tidak ada penambahan).
Adapun di Sulawesi Selatan 684 kasus (sebelumnya 665), Sulawesi Tengah 75 kasus (sebelumnya 70), Lampung 63 kasus (tidak ada penambahan), Riau 66 kasus (sebelumnya 61), Maluku Utara 50 kasus (tidak ada penambahan), Maluku 23 kasus (tidak ada penambahan), Papua Barat 53 kasus (tidak ada penambahan), Papua 252 kasus (sebelumnya 248), Sulawesi Barat 58 kasus (tidak ada penambahan), Nusa Tenggara Timur 12 kasus (tidak ada penambahan), Gorontalo 19 kasus (sebelumnya 15) dan dalam proses verifikasi lapangan 22 kasus.
Daftar provinsi yang tercatat tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ada 15 Provinsi yaitu: Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Lampung, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur
Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 134.151 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan TCM di 89 laboratorium. Sebanyak 96.717 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 12.776 positif dan 83.941 negatif.









