Saham BNLI Milik Bank Permata Melompat 15.25% Hari Ini, Ada Apa?

0
964

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Hari ini saham BNLI termasuk di dalam saham-saham yang di beli oleh investor asing dengan dengan pembelian bersih terbesar yaitu senilai Rp 4 triliun. Harga sahamnya melompat sebesar 15.25% atau 180 poin ke harga Rp.1360, setelah bergerak datar pada satu pekan terakhir.

Sentimen positip lain yang menggerakkan harga saham BNLI milik PT Bank Permata Tbk adalah bank ini akan memulai proses merger dengan Bangkok Bank Cabang Indonesia (BBI) setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Integrasi itu dilakukan pasca Bangkok Bank Public Company Limited resmi menyelesaikan akuisisi 89,12% saham Bank Permata pada 20 Mei 2020.

BBI memiliki tiga kantor di Indonesia yakni kantor cabang Jakarta, kantor cabang pembatu Surabaya, dan kantor cabang pembantu Medan. Kegiatan usahanya memberikan kredit ke nasabah korporasi, menghimpun dana pihak ketiga (DPK) berupa giro dan deposito, layanan remitansi,  pembiayaan ekspor impor, bank garansi, layanan penukaran uang dan produk derivatif.

Penggabungan itu ditargetkan rampung pada Desember 2020 mendatang. Dengan integrasi tersebut maka permodalan Bank Permata akan semakin kuat. Dalam ringkasan rancangan integrasi yang dipublikasikan Bank Permata, Rabu (7/10), permodalan perseroan diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar Rp 44 triliun dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy ratio (CAR) mendekati 30%.

“Hal ini akan menjadikan Bank Hasil Integrasi sebagai bank BUKU 4, dengan kapasitas pertumbuhan bisnis yang jauh lebih luas baik dari sisi segmen bisnis maupun geografi,” tulis manajemen perseroan.

Setelah merger rampung, Bank Permata menargetkan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh dua digit. Untuk meningkatkan efisiensi, perseroan akan menurunkan biaya operasional di bawah 70% dalam waktu 5 tahun setelah integrasi.

Likuiditas diharapkan semakin meningkat dimana loan to deposit ratio (LDR) akan dikelola di kisaran 90%, rasio dana murah (CASA) dijaga di atas  50%, dan rasio NPL bruto diperkirakan akan turun di bawah 2%.

Per Juni 2020, total aset Bank Permata mencapai Rp 157,96 triliun, sedangkan aset BBI mencapai Rp 37,04 triliun. Setelah merger rampung, maka total aset bank ditargetkan mencapai Rp 190,2 triliun tahun 2020 dan diperkirakan meningkat jadi Rp 213,6 triliun pada 2021 dan Rp 240,3 triliun tahun 2022. Total penyaluran kredit bank pasca penggabungan ditargetkan Rp 121,4 triliun tahun ini. Lalu akan naik Rp 135,1 triliun pada 2021 dan Rp 155,6 triliun tahun 2022.

Nama bank tidak akan berubah setelah melakukan integrasi yaitu Bank Permata.

Bank Permata mengantongi laba bersih Rp  366,47 miliar per Juni 2020. Pasca integrasi, bank diperkirakan akan membukukan laba bersih Rp 889,2 miliar tahun 2020 dan Rp 1,18 triliun pada 2021.

Setelah integrasi ini, Bank Permata akan fokus memperkuat management risiko, mendorong pertumbuhan  bisnis di segmen Ritel (termasuk UKM), segmen Komersial dan Korporasi  dan segmen Syariah baik secara organik maupun anorganik, serta memperkuat  kemampuan perbankan digital.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here