Ekspor Juli 2021 Capai Rp255,9 Triliun

0
559
Ekspor Indonesia
Ilustrasi ekspor Indonesia. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia – Economy Business) Kinerja ekspor Juli 2021 mencapai US$17,70 miliar (sekitar Rp255,9 triliun), naik 29,32 persen jika dibandingkan dengan Juli 2020 atau year on year (YoY).

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, nilai tersebut turun 4,53 persen (MoM) dibandingkan bulan sebelumnya karena pengaruh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai diberlakukan pada awal Juli 2021.

“Ekspor Juli 2021 melemah dipengaruhi PPKM Darurat. Kebijakan PPKM darurat di awal bulan Juli 2021 memberi pengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor pada Juli 2021,” ujar Mendag dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat (20/8/2021).

Pembatasan kegiatan telah mengakibatkan adanya keterbatasan aktivitas perekonomian mulai dari produksi hingga konsumsi yang tercermin pada penurunan keluaran sektor industri manufaktur, pesanan, dan kontraksi pada ekspor. Dampaknya, ekspor migas pada periode Juli 2021 turun sebesar 19,55 persen dan nonmigas turun 3,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Hal ini tercermin dari angka IHS Markit Purchasing Manufacturing Index (PMI) Indonesia pada Juli 2021 yang turun menjadi 40,1. Hal ini berarti terjadi kontraksi pada aktivitas industri,” jelasnya.

Secara kumulatif, ekspor Januari—Juli 2021 tercatat sebesar US$120,57 miliar (sekitar Rp1.743,7triliun), naik 33,94 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Peningkatan tersebut dipengaruhi naiknya ekspor migas menjadi US$ 6,81 miliar (sekitar Rp98,4 triliun) atau sebesar 48,33 persen dan ekspor nonmigas menjadi US$113,77 miliar (sekitar Rp1.645,4triliun) atau sebesar 33,17 persen.

Sementara itu, produk yang mengalami penurunan ekspor dibandingkan bulan sebelumnya yaitu tembaga dan barang daripadanya (turun 28,11 persen); kendaraan dan bagiannya (24,17 persen); besi dan baja (20,56 persen); mesin dan peralatan mekanis (20,41 persen); serta olahan daging dan ikan (16,62 persen).

“Sedangkan produk ekspor nonmigas yang tercatat mengalami kenaikan jika dibandingkan bulan sebelumnya, di antaranya pupuk (naik 42,34 persen); lemak dan minyak hewan/nabati (32,42 persen); nikel dan barang daripadanya (27,76 persen); produk kimia (14,34 persen); olahan dari tepung (10,47 persen); serta pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan (10,46 persen),” tutur Mendag.

Dibanding bulan sebelumnya, kinerja ekspor Indonesia mengalami pelemahan di beberapa kawasan, antara lain ekspor ke Asia Tengah turun 47,52 persen, disusul Karibia turun 29,16 persen, dan Asia Barat turun 27,60 persen.

Sedangkan ekspor ke beberapa kawasan juga mengalami peningkatan, seperti di kawasan Afrika Selatan naik 124,11 persen dan Afrika Timur naik 41,62 persen pada periode yang sama.

“Peningkatan ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa kawasan Afrika menunjukkan bahwa kawasan tersebut merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia yang perlu didorong pertumbuhannya,” pungkas Mendag.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here