KAI Tambahkan 44 Perjalanan LRT Jabodebek

0
281

(Vibizmedia – Jakarta) Berlaku mulai Jumat (1/3/2024), PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah 44 perjalanan LRT Jabodebek. Tambahan perjalanan ini akan berlaku setiap hari kerja (weekdays).

Dengan adanya tambahan tersebut, total perjalanan LRT Jabodebek menjadi 308 perjalanan. Angka tersebut meningkat 16% dibandingkan periode sebelumnya.

Tujuan dari penambahan perjalanan ini adalah untuk meningkatkan layanan terhadap para pengguna LRT Jabodebek.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono mengatakan penambahan ini juga didasari tren jumlah pengguna yang semakin meningkat.

Mahendro menyampaikan, KAI melihat bahwa sejak bulan Desember tahun lalu, ada pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek, terutama pada saat hari kerja (weekday).

Berdasarkan catatan KAI pada bulan Desember 2023, jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 1.029.686.  Peningkatan pengguna LRT Jabodebek mengalami peningkatan pada bulan Januari dan Februari 2024.

Berdasarkan data, terdapat sebanyak 1.200.399 pengguna di bulan Januari dan 1.202.087 pengguna per 28 Februari 2024.

Peningkatan jumlah pengguna ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian.

Untuk itu, demi memenuhi keinginan dan kebutuhan pengguna, Kementerian Perhubungan, KAI serta stakeholders terkait terus melakukan perbaikan layanan LRT Jaodebek.

Perjalanan LRT Jabodebek saat akhir pekan (weekend) juga turut ditambah per 1 Maret 2024.

Dari yang semula 240 perjalanan, akan menjadi 260 perjalanan.

Mahendro menyatakan,  penambahan jumlah perjalanan itu membuat waktu tunggu antar kereta (headway) menjadi lebih singkat.

Ia juga menambahkan, per 1 Maret  headway LRT Jabodebek akan menjadi 6 menit pada lintas Cawang – Dukuh Atas dan 12,5 menit pada lintas Harjamukti – Cawang serta Jatimulya – Cawang.

KAI berharap, penambahan perjalanan LRT Jabodebek ini akan meningkatkan minat masyarakat untuk naik transportasi umum.

Dimana hal ini sejalan dengan program pemerintah yang ingin   banyak masyarakat yang beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum.

Dengan demikian dapat mengurangi kemacetan serta polusi udara di ibu kota dan sekitarnya.