PLN Menghadirkan PLTS Tanamalala di Pulau Bembe, Selayar, Sulawesi Selatan

0
469

(Vibizmedia – Nasional) Berbagai upaya terus dilakukan PT PLN (Persero) untuk menghadirkan listrik bersih dalam rangka mendukung target Net Zero Emissions 2060.

Salah satunya adalah dengan menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Bembe, Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

PLTS Tanamalala memiliki kapasitas 176 kilowatt peak (kWp) dan mulai dioperasikan pada Rabu (12/6/2024).

Kehadiran PLTS ini bukan sekadar akan menunjang aktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga secara signifikan dapat mereduksi emisi karbon sebesar 715 ton per tahun di pulau tersebut.

Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali mengucapkan terima kasih atas hadirnya PLTS di Pulau Bembe. Ia menjelaskan, dengan beroperasinya PLTS ini diharapkan mampu menunjang aktivitas dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Ia menceritakan bahwa sebelumnya masyarakat Pulau Bembe mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) secara swadaya. Mewakili masyarakat Pulau Bembe ia mengucapkan terima kasih kepada atas perhatian dan pelayanan PLN atas wilayahnya. Bagi masyarakat pulau Bambe merasakan listrik PLN sudah seperti bermimpi.

Kepala Dusun Tanjulasore, Mustaju juga ikut mengapresiasi PLN yang telah menghadirkan listrik di pulaunya. Menurutnya, hadirnya listrik PLN akan turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menceritakan bagaimana dahulu memang ada listrik tetapi terbatas dan warga harus membayar Rp100 ribu per bulan bahkan hanya pada malam hari. Tetapi sekarang dengan dengan hadirnya listrik PLN, warga hanya perlu mengisi token Rp30 ribu per bulannya dan sudah bisa 24 jam.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo di lain kesempatan menyampaikan, kehadiran PLTS Tanamalala merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan bagi masayarakat.

Hal ini selaras dengan upaya Pemerintah dalam menggenjot transisi energi guna mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.

Darmawan menjelaskan, hadirnya PLTS Tanamalala menjadi bukti keseriusan dan komitmen PLN dalam mendukung langkah Pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi di Tanah Air. PLN optimistis dengan adanya energi hijau 100% ini tak hanya akan mereduksi emisi karbon secara masif tapi juga mampu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat di Pulau Bembe.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, Moch. Andy Adchaminoerdin menjelaskan, PLTS Tanamala berkapasitas 176 kWp dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dan terletak di Pulau Bembe Desa Tanamalala Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Andy menjelaskan juga, pihaknya harus menempuh perjalanan panjang via laut selama dua hari perjalanan untuk bisa memobilisasi material ke pulau tersebut.
Namun demikian, hal ini tidak menjadi hambatan berarti bagi PLN untuk menghadirkan layanan listrik bagi masyarakat Pulau Bembe.

Ia melanjutkan, PLN juga telah membangun tiga kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) guna melistriki 246 pelanggan di Pulau Bembe.
Saat ini yang sudah tersambung menjadi pelanggan PLN sejumlah 126 pelanggan. Untuk memobilisasi material, petugas PLN membutuhkan waktu dua hari perjalanan laut untuk sampai ke Desa Tanamalala. Namun hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi PLN untuk mewujudkan kebahagiaan bagi masyarakat pulau.

Dengan beroperasinya PLTS Tanamalala, maka saat ini persentase bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) telah mencapai 45,78%.