Indonesia-Selandia Baru Sepakat Percepat Pengembangan Panas Bumi

0
421
Panas Bumi
Pembangkit listrik panas bumi. FOTO: PLN

(Vibizmedia-Nasional) Komitmen Indonesia terhadap transisi energi menjadi fokus utama selama Indonesia International Geothermal Convetion and Exhibition (IIGCE) 2024, dimana ditekankan kolaborasi internasional untuk mempercepat pengembangan panas bumi.

Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia Cecilia Shad mengatakan Indonesia dan Selandia Baru telah membangun kemitraan yang kuat dalam sektor energi panas bumi selama lebih dari 40 tahun yang dimulai dengan dukungan Selandia Baru dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi pertama Indonesia, tepatnya di Kamojang, Jawa Barat.

“Kolaborasi jangka panjang ini terus berkembang dengan Selandia Baru secara aktif mendukung ambisi panas bumi di Indonesia sebagai bagian dari tujuan transisi energi yang lebih luas,” jelas Cecilia dalam keterangan, pada Rabu, 25 September 2024.

Pemerintah Selandia Baru, lanjutnya, berkomitmen mendampingi Indonesia dalam meningkatkan kontribusi energi panas bumi untuk memenuhi komitmen Indonesia dalam perubahan iklim dan target energi terbarukan melalui progam pembangunan Indonesia-Aotearoa New Zealand Geothermal Energy Programme/Kerjasama Panas Bumi Indonesia–Aotearoa New Zealand (PINZ).

“PINZ adalah program lima tahun yang berfokus pada penyediaan pendampingan teknis dan pembangunan kapasitas lintas tiga bidang utama, kerangka regulasi, eksplorasi panas bumi, dan peningkatan keterampilan teknis dan kapasitas tenaga kerja,” ungkap Cecilia.

Lewat gender dan inklusi sosial yang kuat akan menjadi dasar atas penyelenggara program tersebut, menyadari pentingnya perempuan bagi masa depan sektor ini dan kapabilitas institusional yang lebih kuat untuk memenuhi jaminan keamanan lingkungan dan sosial terkait dengan pengembangan.

“Kontribusi Selandia Baru terhadap industri panas bumi Indonesia juga mencakup beasiswa pascasarjana di bawah program beasiswa Manaaki dan berbagai kesempatan pelatihan tiap tahunya,” kata Cecilia.

Selain kolaborasi pemerintah, para ahli panas bumi Selandia Baru berkomitmen dalam membina kemitraan bussiness to bussiness dengan pengembang Indonesia.

“Di seluruh industri dan perbatasan, perusahaan cleantech Selandia Baru berinovasi dengan kepedulian untuk memberikan solusi yang bertujuan dan terdepan di dunia untuk masa depan yang lebih baik. Selandia Baru dengan bangga berbagi keahlian panas buminya dengan Indonesia, sebuah negara dengan potensi panas bumi yang luar biasa. Saat kedua negara menavigasi transisi energi mereka, kolaborasi antara Indonesia dan Selandia Baru menjadi sebuah model yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam mewujudkan ambisi panas buminya melalui berbagi pengetahuan, teknologi mutakhir, dan kemitraan bisnis yang kuat,” ujarnya.