Menkomdigi Tekankan Pentingnya Mahasiswa Pegang Kendali Penuh AI

0
338
Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Komdigi)

(Vibizmedia – Yogyakarta) Mahasiswa diimbau untuk tetap memegang kendali penuh dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar mampu mengambil keputusan yang bijaksana dan bermakna. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan bahwa AI dapat berperan sebagai co-pilot yang andal, tetapi kendali utama tetap berada di tangan manusia. Hal ini disampaikannya dalam diskusi inspiratif di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (12/12/2024).

Meutya menekankan bahwa AI adalah alat yang dapat membantu manusia di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Meski demikian, menurutnya, AI tidak dapat menggantikan kemampuan mendasar manusia, seperti imajinasi, kreativitas, dan empati. Ia menegaskan bahwa manusia tetap memiliki peran utama untuk menentukan arah dan makna dari setiap keputusan yang diambil.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis dan budaya bertanya untuk memanfaatkan AI secara optimal. Meutya mengatakan bahwa di era modern ini, kecerdasan dalam bertanya menjadi kunci untuk menguasai teknologi AI. Selain itu, ia merespons kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan pekerjaan dengan menyatakan bahwa AI tidak akan menggantikan pekerjaan manusia, melainkan menciptakan peluang baru, seperti di bidang analisis data, rekayasa perangkat lunak, dan pengembangan produk berbasis teknologi.

Meutya mengajak generasi muda untuk terus berinovasi dan bermimpi, karena kemampuan ini menjadi salah satu keunggulan manusia yang tidak dapat digantikan oleh AI. Ia menambahkan bahwa AI tidak memiliki kemampuan untuk bermimpi, dan itulah kekuatan unik yang dimiliki manusia dalam menciptakan inovasi yang bermakna.

Kegiatan ini juga diisi dengan job fair yang melibatkan lebih dari 20 perusahaan berbasis teknologi, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang karier di sektor teknologi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital Harry Budiarto, Staf Khusus Menkomdigi Arnanto Nurprabowo, Pelaksana Tugas Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, serta Wakil Rektor UGM Arie Sudjito dan sivitas akademika UGM.