Bendungan Jatigede Diproyeksikan Menjadi Penopang Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

0
636
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan pernyataan pers saat peresmian PLTA Jatigede di Sumedang, Jawa Barat pada Senin (20/1/2024) (Foto : Kementerian PU)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya mendukung misi Asta Cita Presiden Prabowo dalam mencapai ketahanan air, pangan, dan energi. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede pada Senin (20/1/2025).

Menteri Dody menjelaskan bahwa pemanfaatan Bendungan Jatigede tidak hanya terbatas pada fungsi penyimpanan air, tetapi juga melibatkan pembangunan jaringan distribusi air untuk kebutuhan air minum, peternakan, dan irigasi guna mendukung ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa Kementerian PU bersama pemerintah daerah akan terus mengembangkan potensi bendungan tersebut untuk manfaat yang lebih luas.

Dalam acara yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dody menyoroti pentingnya kolaborasi antar kementerian dan lembaga dalam membangun infrastruktur pangan. Ia menyatakan bahwa sinergi seperti ini berperan besar dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sesuai target pemerintah.

Bendungan Jatigede, yang dibangun pada periode 2007-2017 dengan anggaran Rp4,4 triliun, memiliki beragam fungsi, termasuk irigasi, pembangkit listrik, penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan pengembangan pariwisata. Untuk irigasi, bendungan ini menyuplai air ke Daerah Irigasi Rentang, yang melayani 87.840 hektare lahan pertanian di Majalengka, Cirebon, dan Indramayu. Hal ini berdampak signifikan pada peningkatan produksi padi di wilayah tersebut.

Menurut data Dinas Provinsi Jawa Barat tahun 2023, produksi padi di Majalengka meningkat dari 3,6 ribu ton menjadi 11,6 ribu ton, di Cirebon dari 121 ribu ton menjadi 266 ribu ton, dan di Indramayu dari 450 ribu ton menjadi 1,2 juta ton sejak operasional Bendungan Jatigede. Selain itu, bendungan ini menyuplai air baku sebesar 3.500 liter per detik untuk kebutuhan Sumedang, Indramayu, Cirebon, Kota Cirebon, dan Majalengka, serta mampu mereduksi banjir hingga 81,4 persen.

Untuk mendukung ketahanan energi, Bendungan Jatigede dimanfaatkan sebagai PLTA dengan kapasitas 2 x 55 megawatt (MW). Ke depan, pemerintah juga berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berkapasitas 100 MW yang akan terhubung dengan Gardu Induk Jatigede.