Menkomdigi Tekankan Pentingnya Keamanan Ruang Digital melalui Kolaborasi

0
358

(Vibizmedia – Jakarta)  Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan pentingnya menjaga ruang digital di Indonesia agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, terutama anak-anak yang semakin aktif menggunakan internet. Ia mengajak berbagai pihak untuk bekerja sama dalam menghadapi ancaman dunia maya yang terus berkembang.

Dalam acara peringatan Hari Keamanan Berinternet (Safer Internet Day) 2025 yang diselenggarakan bersama Google Indonesia di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pada Selasa (18/2/2025), Meutya menegaskan bahwa keamanan ruang digital harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan digital yang aman tidak cukup hanya dengan teknologi, seperti pemblokiran konten negatif atau situs judi online, tetapi juga memerlukan regulasi yang lebih kuat.

Pemerintah saat ini tengah menyusun regulasi khusus untuk perlindungan anak di ruang digital, yang diharapkan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat. Meutya mengungkapkan bahwa proses perumusan regulasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerhati anak, UNICEF, serta organisasi seperti Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) dan Kak Seto.

Ia juga menekankan bahwa menciptakan ekosistem digital yang lebih aman memerlukan kerja sama antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan Indonesia dapat menghadirkan ruang digital yang lebih aman dan mendorong penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, menyampaikan bahwa Google telah menerapkan berbagai langkah keamanan untuk melindungi pengguna internet. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Google Play Protect, yang berfungsi melindungi pengguna dari aplikasi berbahaya yang diunduh di luar Google Play Store.

Putri juga menjelaskan bahwa Google secara aktif bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank BCA, untuk mengadakan pelatihan bagi orang tua dan anak terkait keamanan digital. Selain itu, Google telah memblokir sekitar 100 ribu situs judi online setiap minggu dan lebih dari 1,5 juta iklan terkait judi online sepanjang tahun sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa ancaman digital merupakan masalah yang kompleks, sehingga memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk menanggulanginya. Google pun terus mengembangkan teknologi berbasis machine learning guna merespons berbagai ancaman di dunia maya secara lebih cepat dan efektif.