Indonesia Tegaskan Kepemimpinan dalam Agenda Transformasi WSIS

0
241
Foto: Kemenkodigi

(Vibizmedia – Swiss) Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyerukan agar World Summit on the Information Society (WSIS) menjadi forum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan umat manusia.

Dalam Forum Ministerial Round Table WSIS di Jenewa, Swiss, Rabu (9/7/2025), Meutya menegaskan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam mendorong agenda-agenda baru WSIS, seperti etika kecerdasan artifisial (AI), pemanfaatan ruang angkasa secara berkelanjutan, perlindungan anak di ruang digital, serta pengembangan ekonomi digital yang berkelanjutan.

“Sudah saatnya kita ubah kesenjangan digital menjadi keuntungan digital. Visi WSIS harus menjadi nyata—di mana teknologi digital mengangkat seluruh umat manusia tanpa meninggalkan siapa pun,” tegas Meutya.

Ia juga mengajak seluruh negara anggota WSIS untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif, interoperabel, dan relevan dengan tantangan zaman.

Meutya mencontohkan implementasi prinsip-prinsip WSIS di Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

“Indonesia mendorong agar topik seperti etika AI, pemanfaatan ruang angkasa secara bijak, perlindungan anak di ruang digital, dan ekonomi digital ramah lingkungan menjadi bagian dari agenda WSIS ke depan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kepercayaan, inklusivitas, dan etika harus menjadi landasan utama dalam pengembangan teknologi masa depan. Sebagai langkah konkret, Indonesia tengah menyusun Peta Jalan AI dan memperluas konektivitas di wilayah 3T melalui teknologi satelit.

Forum tersebut juga dihadiri oleh para menteri komunikasi dan digital dari Azerbaijan, Burkina Faso, Guinea, Rusia, Burundi, Gabon, Tiongkok, dan Kuba.