BI Pangkas BI-Rate 25 Bps Menjadi 5.00%, Penurunan Suku Bunga Kredit Masih Lambat

0
349
BI Pangkas BI-Rate 25 Bps
Sumber: Youtube Bank Indonesia

 

(Vibizmedia – Banking & Insurance) – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Agustus 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00%.

Juga suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebanyak 100 basis poin (bps) sejak September 2024. Yang dilakukan secara bertahap pada September 2024, Januari, Mei, dan Juli 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, serangkaian pemangkasan BI-Rate sejak September 2024 telah diikuti oleh penurunan suku bunga di pasar uang.

Namun, ia menilai masih diperlukan langkah lanjutan agar penurunan suku bunga perbankan dapat berlangsung lebih cepat. Dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kapasitas perekonomian.

Di pasar uang, sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Juli 2025 dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA terus menurun. Yaitu dari sebelum pengumuman penurunan BI-Rate pada Juli sebesar 5,14% menjadi 4,78% pada 19 Agustus 2025.

Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun. Dari masing-masing sebesar 5,85%; 5,86%; dan 5,87% sebelum penurunan BI-Rate pada Juli 2025 menjadi 5,28%; 5,32%; dan 5,34% pada tanggal 15 Agustus 2025.

Demikian juga imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun dari 5,86% menjadi 5,54%. Sementara untuk tenor 10 tahun menurun dari 6,56% menjadi 6,40%.

Suku bunga deposito 1 bulan juga mulai menurun, yakni dari 4,85% pada Juni 2025 menjadi 4,75% pada Juli 2025. Sementara itu, penurunan suku bunga kredit perbankan masih berjalan lambat.

Pada Juli 2025, suku bunga kredit tercatat sebesar 9,16%, masih relatif sama dengan bulan sebelumnya.

Bank Indonesia memandang suku bunga kredit perbankan perlu terus menurun sehingga dapat mendorong peningkatan penyaluran kredit/pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting