PHE Tegaskan Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Transisi Rendah Karbon

0
353
Foto: PHE

(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) sekaligus pengembangan teknologi rendah karbon. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menuju swasembada energi serta mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Vice President Development & Production Technical Excellence & Coordination PHE, Devialina Puspita Dewi, menyampaikan bahwa PHE memiliki posisi strategis dalam menopang keberlanjutan energi nasional.

“Kami berfokus pada optimalisasi produksi migas, peningkatan cadangan, serta penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan. Dengan demikian, PHE dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat,” ujar Devialina.

Kontribusi Produksi Migas Nasional

Sebagai pengelola 24% blok migas nasional dan pelaksana 80% kegiatan pengeboran domestik, PHE memegang peranan kunci dalam memastikan ketersediaan energi Indonesia.

  • Pada 2024, produksi minyak PHE tercatat 400 ribu barel per hari (MBOPD) dan ditargetkan meningkat menjadi 416 MBOPD pada 2025 atau tumbuh sekitar 4%.
  • Produksi gas juga naik dari 2.454 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2024 menjadi 2.536 MMSCFD pada 2025, atau meningkat sekitar 3%.

Pencapaian tersebut didukung oleh sejumlah strategi, antara lain menjaga baseline produksi melalui optimalisasi operasi dan asset integrity, revitalisasi aset, eksplorasi berdampak tinggi (high impact exploration), percepatan pengembangan lapangan baru (greenfield development), serta penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Upaya tersebut turut diperkuat dengan peningkatan cadangan migas ekonomis melalui insentif fiskal dan kepastian regulasi.

Pionir CCS/CCUS dan Dekarbonisasi

Selain fokus pada produksi, PHE juga menjadi pelopor dalam pengembangan Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) di Indonesia. Dengan potensi kapasitas penyimpanan karbon mencapai 7,3 gigaton di 11 lokasi prioritas, PHE telah melakukan uji coba injeksi karbon, salah satunya di Lapangan Sukowati.

Langkah ini mencerminkan komitmen nyata perusahaan dalam dekarbonisasi, sekaligus mendukung target nasional pengendalian emisi karbon melalui CCS/CCUS, penerapan solusi berbasis alam (nature-based solutions), hingga partisipasi dalam perdagangan karbon (carbon trading).

Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Devialina menegaskan bahwa keberhasilan strategi energi berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa kerja sama lintas sektor.

“Untuk mewujudkan aspirasi swasembada energi, diperlukan kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat. PHE siap menjadi motor penggerak dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujarnya dalam Sindonews Sharing Session, 18 September 2025.

Dengan strategi yang berorientasi pada keberlanjutan, PHE optimistis dapat memperkuat sistem ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.