Keren! Pertamina Hulu Energi Ciptakan Efisiensi Triliunan Lewat Skema CR7

0
302

(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, berhasil mencetak efisiensi besar melalui inovasi Credit Revolving of 7 Banks (CR7). Metode yang digagas oleh tim Finance & Legal PHE ini mampu menghemat biaya hingga Rp132,9 miliar serta meraih penghargaan Gold dan Best Value Creation dalam Forum Continuous Improvement Program (CIP) Subholding Upstream 2025 (18/9).

CR7 dijalankan dengan menyusun baseline agreement sebagai standar perjanjian kredit revolving. Skema ini memungkinkan PHE bekerja sama dengan bank lokal maupun asing, menyediakan fasilitas khusus dengan nilai besar, tenor fleksibel yang bisa diperpanjang, tanpa biaya upfront, serta margin yang terkunci sejak awal perjanjian.

“Dengan CR7, pendanaan lebih efisien sekaligus memberi keleluasaan bagi perusahaan,” ujar Dimas Arya Noviaji, Assistant Manager Corporate Financing sekaligus salah satu pencetus metode ini.

Implementasi CR7 terbukti menjaga likuiditas perusahaan dengan dana siap pakai hingga US$1,2 miliar dan penghematan biaya pendanaan US$8,3 juta. Selain itu, proses pencairan dana dapat dilakukan hanya dalam 5 hari kerja, sementara penyelesaian dokumentasi dipangkas menjadi 2 bulan.

Metode ini juga meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan karena tidak adanya klausul akselerasi pembayaran serta penerapan hukum Indonesia dalam perjanjian.

“Baseline agreement kini menjadi standar baru untuk penyediaan fasilitas pinjaman jangka pendek, sekaligus sarana berbagi pengetahuan tentang aspek hukum perbankan dan pendanaan di lingkungan Subholding Upstream,” tambah Andono Nugrahadi, Manager Legal Corporate Matters & Business Support PHE.

Forum CIP Subholding Upstream 2025 yang mengusung tema Empowering the Future Spirit of Sustainability menghasilkan 24 Gold dan 6 Silver, penghargaan Best Category, serta kontribusi pengurangan emisi karbon sebesar 62 tCO2e dari proyek PLTP Lahendong Unit 5.

Ke depan, PHE menegaskan komitmennya untuk terus mengelola bisnis hulu migas dengan berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta menjalankan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.