
(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (Otsus Papua).
Komitmen tersebut disampaikan oleh Gubernur Papua Matius Fakhiri dan Ketua Komite Eksekutif Velix Vernando Wanggai usai dilantik secara resmi oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10).
Gubernur Matius mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan tekad untuk menjadikan pelantikan ini sebagai awal dari kerja nyata membangun Papua yang inklusif dan berkeadilan.
“Mari bersama-sama kita membangun Provinsi Papua, membangun Tanah Papua, untuk menjadi kebanggaan bagi bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai. Ke depan, kami akan bergandengan tangan dengan semua pihak, tanpa membeda-bedakan asal, agama, atau suku. Kami satu, kami Papua, kami Indonesia,” ujar Gubernur Matius.
Sebagai provinsi induk, Papua memegang tanggung jawab besar untuk menjadi contoh bagi daerah-daerah otonomi baru (DOB). Untuk itu, pemerintah provinsi akan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Gubernur Matius menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama pemerintahannya, terutama melalui sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi kemajuan daerah.
“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta Komite yang dibentuk Presiden, untuk mempercepat langkah-langkah pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Vernando Wanggai, menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan pembangunan di Papua secara langsung dan terintegrasi.
“Bapak Presiden memberi komitmen yang kuat untuk langsung meng-handle, mengelola Papua. Pengelolaan dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mencakup agenda nasional dan global, lintas kementerian, sektor swasta, serta konsolidasi hingga tingkat provinsi dan kabupaten,” ujar Velix.
Velix menambahkan bahwa lembaganya akan mengawal delapan agenda besar dalam kerangka Asta Cita Kontekstual Papua, meliputi pembangunan politik, ekonomi, infrastruktur, dan pemerintahan.
Selain itu, lembaga ini juga akan menangani aspek sosial budaya, termasuk pengembangan olahraga, kesetaraan gender, dan ekonomi kreatif untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Papua.
“Negara harus hadir menyentuh saudara-saudara kita di pantai, pegunungan, pedalaman, hingga rawa-rawa agar semua merasakan kehadiran negara,” tegas Velix.
Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua akan berperan sebagai jembatan koordinasi antara pemerintah pusat dan enam provinsi di Tanah Papua, memastikan seluruh program pembangunan berjalan sinergis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua.








