Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka Tutup dengan Capaian Gemilang

0
368
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam kegiatan Penutupan Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Minggu (12/10/2025). (Foto: Bappenas)

(Vibizmedia – Osaka) Sejak dibuka pada 13 April 2025, Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka telah menjadi sorotan dunia dengan mengusung tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, yang menggambarkan semangat membangun kehidupan seimbang antara manusia, budaya, dan alam demi keberlanjutan bumi.

Tema tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) serta Visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan keseimbangan pembangunan dan pelestarian lingkungan sebagai pilar utama masa depan Indonesia.

Melalui paviliun ini, Indonesia tidak hanya menampilkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga mempromosikan potensi ekonomi, peluang investasi, serta kerja sama internasional di panggung global.

“Partisipasi Indonesia di World Expo 2025 Osaka bukan sekadar menghadirkan pameran, tetapi bertujuan memperkuat nation branding, menjalin kerja sama internasional, mendorong investasi, serta mempromosikan pariwisata Indonesia,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam acara Penutupan Paviliun Indonesia, Minggu (12/10/2025).

Sepanjang penyelenggaraan, Paviliun Indonesia berhasil menggelar lebih dari 104 kegiatan business forum dan one-on-one meeting, dengan komitmen investasi mencapai USD 28,3 miliar.

Hasil tersebut meliputi 20 Nota Kesepahaman (MoU), 9 Letter of Intent, 2 Joint Venture Agreement, 1 Joint Statement, serta 11 kesepakatan jual beli paket wisata.

Dari sisi kunjungan, Paviliun Indonesia mencatat lebih dari 3,5 juta pengunjung, jauh melampaui target awal sebesar 2,8 juta. Capaian ini tak lepas dari dedikasi para liaison officer yang selama enam bulan penuh menjadi wajah keramahan Indonesia di mata dunia.

“Kami bangga atas antusiasme luar biasa masyarakat Jepang terhadap Paviliun Indonesia. Meski menghadapi tantangan di awal, sinergi antarinstansi berhasil membawa hasil membanggakan. Produk ekonomi kreatif Indonesia mendapat sambutan positif dan laris manis di paviliun,” tutur Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang turut hadir dalam acara penutupan.

Ia menambahkan, berbagai subsektor seperti fesyen, kriya, seni rupa, seni pertunjukan, fotografi, film, musik, dan teknologi baru turut berkontribusi dalam memperkuat citra positif ekonomi kreatif Indonesia.

Selama enam bulan penyelenggaraan, Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 234 kegiatan hasil kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, melalui kegiatan Business Forum, Rolling Exhibition, dan Cultural Performance.

Dukungan dari mitra strategis seperti Astra, Artha Graha Peduli, KAPPI, Barito Pacific Group, Pertamina, Indofood, Royal Golden Eagle, Badan Pengelola Dana Perkebunan, Japfa, Telkomsel, dan Garuda Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional dalam memperkenalkan potensi Indonesia ke dunia.

“Semoga semangat kolaborasi yang lahir dari Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka menjadi inspirasi bagi kerja sama lintas negara menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.

Sebagai penutup yang manis, Paviliun Indonesia meraih penghargaan perak (Silver Award) dari Bureau International des Expositions (BIE) dalam kategori Exhibition Design untuk Self-built Pavilion dengan luas lebih dari 1.500 m².

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, yang juga menjabat sebagai Komisaris Jenderal Paviliun Indonesia di ajang tersebut.

Paviliun Indonesia resmi ditutup pada 13 Oktober 2025, bersamaan dengan berakhirnya penyelenggaraan World Expo 2025 Osaka, meninggalkan kesan mendalam dan capaian gemilang bagi diplomasi ekonomi dan budaya Indonesia di tingkat global.