Kemenperin Gaet MediaWave dalam Upaya Mempercepat Pemanfaatan AI di Sektor IKM

0
173
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian terus mempercepat transformasi digital bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) dengan PT Media Wave Interaktif (MWX), yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM di Bogor, Jumat (14/11).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa AI kini menjadi pilar penting dalam peningkatan daya saing industri nasional. “Di tengah derasnya perubahan teknologi, kecerdasan buatan menjadi salah satu pendorong utama efisiensi, inovasi, dan daya saing, khususnya di sektor industri,” ujarnya.

Menurut Menperin, AI tidak hanya berperan dalam otomatisasi proses, tetapi juga memberikan kemampuan analisis data yang cepat dan akurat. “Dalam industri, penerapan AI dapat meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan rantai pasok, serta menghasilkan produk dan layanan yang lebih sesuai kebutuhan pasar,” tambahnya.

Indonesia memiliki 4,43 juta pelaku IKM yang menyerap lebih dari 12,8 juta tenaga kerja. Karena itu, percepatan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Kemenperin mencatat sektor manufaktur tumbuh 5,58% pada Triwulan III 2025 dengan kontribusi 17,39% terhadap PDB—dan IKM turut menjadi bagian penting dalam struktur tersebut.

Melalui program e-Smart IKM, hingga Triwulan III 2025 Ditjen IKMA telah melatih 31.306 IKM dalam literasi digital, onboarding marketplace, hingga pemanfaatan teknologi untuk proses bisnis. Namun, hasil self-assessment INDI 4.0 menunjukkan skor rata-rata IKM masih 1,45, mengindikasikan perlunya percepatan adopsi teknologi lanjutan.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan MediaWave diharapkan dapat mempermudah dan menekan biaya adopsi AI bagi IKM. “Menurut studi AWS & Strand Partners, 59% perusahaan yang telah mengadopsi AI mengalami peningkatan pendapatan rata-rata hingga 16%,” jelasnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari rangkaian Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM yang berlangsung pada 13–14 November 2025 di Bogor, diikuti 65 pelaku IKM. Workshop tersebut mengangkat topik transformasi IKM, adopsi INDI 4.0, serta sosialisasi pedoman keamanan siber yang digelar bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

MediaWave juga memberikan pelatihan langsung terkait penerapan AI di proses produksi, pemasaran digital, penjualan, hingga perencanaan bisnis, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikannya dalam kegiatan operasional.

“Selain akselerasi teknologi cerdas, kita harus memastikan penerapan pedoman keamanan siber yang kuat dan berkelanjutan. Keamanan siber kini menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga keandalan sistem dan kepercayaan publik,” tegas Reni.

Kolaborasi ini membuka akses bagi IKM terhadap berbagai solusi AI, mulai dari pembuatan konten pemasaran otomatis, perencanaan usaha, laporan keuangan otomatis, manajemen keamanan siber, hingga riset pengembangan produk.

Founder sekaligus CEO MediaWave, Yose Rizal, menyatakan bahwa AI dapat mempercepat proses bisnis IKM hingga 2–5 kali dengan biaya lebih efisien. “Masih ada kesenjangan teknologi karena 90% UMKM global belum memiliki akses tools AI. Kami berharap kolaborasi ini mendorong percepatan adopsi di puluhan ribu IKM,” ujarnya.

Kemenperin menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas adopsi teknologi digital di sektor IKM. Ke depan, fasilitasi penerapan AI akan terus ditingkatkan agar IKM semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.