Kemenparekraf Perkuat Semangat Bersaing Kreator Muda Lewat Festival Film Dokumenter

0
172
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf/Badan Ekraf) menegaskan dukungan penuhnya terhadap Festival Film Dokumenter (FFD) 2025, salah satu festival dokumenter tertua dan paling konsisten di Indonesia. Menteri Ekraf/Kepala Badan Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyebut bahwa film dokumenter memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis pengetahuan.

“Dokumenter bukan hanya karya audio-visual, tetapi juga arsip, refleksi, sekaligus sarana edukasi publik. Kementerian Ekraf melihat FFD sebagai ruang penting untuk meningkatkan kompetensi kreator, membangun ekosistem berbasis riset dan data, serta membuka kolaborasi hexahelix untuk memperkuat daya saing kreator Indonesia,” ujar Menteri Teuku Riefky pada Senin, 24 November 2025.

FFD 2025 resmi dibuka pada 21 November 2025 di Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, dan akan berlangsung hingga 28 November 2025. Festival ini menghadirkan rangkaian pemutaran film, diskusi, lokakarya, dan forum jejaring yang memperluas akses publik terhadap pengetahuan, gagasan kritis, serta praktik kreatif di ranah dokumenter.

Sebagai ruang yang terus mengembangkan ekosistem pemutaran alternatif, FFD secara konsisten melahirkan talenta baru dan memperkuat fondasi pertumbuhan perfilman dokumenter nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, pada 22 Oktober 2025, penyelenggara FFD melakukan audiensi dengan Kementerian Ekraf di Autograph Tower. Dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Menteri Ekraf Irene Umar tersebut, FFD menyampaikan sejumlah tantangan pelaku dokumenter, seperti aspek monetisasi, keberlanjutan finansial kreator, hingga minimnya ruang pemutaran.

Dialog tersebut menegaskan pentingnya memperkuat rantai nilai dokumenter dan memperluas jaringan distribusi, termasuk melalui kemitraan dengan platform digital agar karya dokumenter Indonesia memiliki jangkauan yang lebih luas. Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menekankan bahwa festival dokumenter memainkan peran signifikan dalam membangun ekosistem film nasional yang tangguh.

“FFD berkontribusi besar dalam membangun kultur menonton yang kritis, memperluas distribusi pengetahuan, serta membuka ruang eksperimen bagi sineas muda. Festival seperti ini mendorong penguatan kapasitas kreator dan membantu daerah berkembang menjadi pusat kreativitas yang menawarkan peluang ekonomi baru,” ujar Deputi Agustini.

Memasuki edisi ke-24, FFD 2025 mengusung tema besar yang merayakan keberagaman perspektif dan relevansi dokumenter di tengah masyarakat. Melalui kurasi program, pemutaran film, diskusi publik, dan forum pendidikan, FFD menjadi titik temu penting antara sineas, akademisi, komunitas film, pelajar, hingga masyarakat umum. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kreativitas sebagai motor utama transformasi ekonomi.

Dukungan Kementerian Ekraf terhadap FFD 2025 merupakan bagian dari komitmen memperkuat ekosistem film dokumenter dari hulu ke hilir—mulai dari peningkatan kapasitas kreator, penguatan produksi berbasis riset, perluasan akses pemutaran, hingga peluang monetisasi melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian menegaskan bahwa ruang edukasi, riset, dan dialog publik seperti FFD adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem film yang adaptif, resilien, dan mampu mendukung ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.