Bencana Cuaca Ekstrem di Agam: 74 Meninggal, 78 Masih Hilang

0
49
Banjir
Pencarian korban oleh BPBD, Satpol PP dan polisi pascabencana galodo di salareh aia dan nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar beberapa waktu lalu. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Bencana cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, dan menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, hingga Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB, tercatat 74 orang meninggal dunia dan 78 orang lainnya masih hilang. Operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan masyarakat setempat terus dilakukan hingga hari ini, Sabtu (29/11).

Data BPBD menunjukkan bahwa Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 27 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 21 korban telah teridentifikasi, sementara 6 lainnya masih dalam proses identifikasi oleh petugas.

Secara rinci, korban meninggal di wilayah Palembayan yang telah teridentifikasi berasal dari:

– Kampung Tangah: 7 orang

– Kampung Tanggah Timur: 9 orang

– Subarang Ala: 17 orang

Selain Palembayan, korban meninggal dunia juga dilaporkan di beberapa kecamatan lainnya, yaitu:

– Kecamatan Malalak: 10 orang

– Kecamatan Tanjung Raya: 2 orang

– Kecamatan Palupuh: 1 orang

– Kecamatan Matur: 1 orang

Seluruh korban di kecamatan-kecamatan tersebut telah berhasil diidentifikasi.

Selain korban meninggal, BPBD Agam juga mencatat adanya 78 orang yang masih dinyatakan hilang. Wilayah dengan korban hilang terbanyak adalah Kecamatan Palembayan, yakni 69 orang.

Rincian korban hilang:

– Palembayan: 69 orang

– Malalak: 7 orang

– Tanjung Raya: 2 orang

Petugas gabungan terus melakukan penyisiran di lokasi-lokasi terdampak, termasuk daerah aliran sungai, lereng perbukitan, serta area permukiman yang tertimbun material longsor.

Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan status tanggap darurat dan membuka posko utama untuk koordinasi operasi pencarian dan pertolongan. Bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dan pos pengungsian juga terus disalurkan kepada warga yang terdampak.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.