Indonesia–India Perkuat Kemitraan Strategis untuk Bangun Kekuatan Digital Asia

0
234
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan sambutan pada Gala Dinner sekaligus peluncuran Industry Hubs dan Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025). (Foto: Kemkomdigi)

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah Republik Indonesia dan India memperkuat kemitraan strategis untuk bersinergi membangun kekuatan digital di kawasan Asia, seiring percepatan transformasi digital di kedua negara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa hubungan Indonesia–India tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi berakar pada ikatan peradaban dan budaya yang panjang. Fondasi historis tersebut menjadikan kolaborasi di sektor digital sebagai langkah yang alami dan strategis. “Kerja sama digital ini merupakan kelanjutan dari perjalanan kebersamaan kedua bangsa. India adalah mitra yang tepat karena memiliki salah satu ekonomi digital paling dinamis di dunia,” ujar Nezar Patria dalam keterangannya terkait acara Gala Dinner Featuring the Launch of Industry Hubs and Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Minggu (14/12/2025).

Nezar menilai India memiliki keunggulan dalam pembangunan infrastruktur digital, pengembangan talenta, serta penguatan ekosistem startup. Di sisi lain, Indonesia didukung oleh lebih dari 250 juta pengguna internet dengan potensi ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai USD360 miliar pada 2030. “Indonesia memiliki pasar yang besar, sumber daya melimpah, serta komitmen kuat untuk membangun masyarakat digital yang inklusif,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama kedua negara dapat diperluas ke berbagai sektor strategis, mulai dari pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial, pembangunan infrastruktur digital publik, hingga kemitraan rantai pasok semikonduktor dan elektronik. Kolaborasi juga terbuka dalam bidang pendidikan dan pengembangan talenta, termasuk pendirian pusat teknologi AI, keamanan siber, dan tata kelola data.

“Bayangkan para insinyur India dan inovator digital Indonesia bekerja berdampingan, startup dari Bangalore dan Jakarta menciptakan solusi AI bersama, universitas membangun jalur talenta terpadu, serta pemerintah menyusun kerangka kerja teknologi yang bertanggung jawab di tingkat regional,” jelas Nezar.

Wamenkomdigi menegaskan, kemitraan digital Indonesia–India diharapkan melahirkan kolaborasi berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, serta inovasi bersama demi memperkuat daya saing Asia. “Bersama, kita dapat membangun Asia yang tidak hanya unggul secara digital, tetapi juga terhubung secara budaya dan bersatu secara strategis,” tutupnya.