Pemerintah Berlakukan Diskon Tarif Tol 10–20 Persen Saat Libur Nataru

0
415
Nataru
Ilustrasi jalan tol nataru. DOK: JASA MARGA

(Vibizmedia-Nasional) Kabar baik bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik maupun liburan pada akhir tahun ini. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengonfirmasi bahwa pemerintah bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sepakat memberikan diskon tarif tol sebesar 10 hingga 20 persen selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas sekaligus meringankan beban biaya perjalanan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas pada masa libur panjang.

“Untuk tarif tol, antara 10–20 persen. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman BUJT, Jasa Marga, dan lain-lain yang telah berbesar hati menyumbangkan sedikit rezekinya untuk masyarakat Indonesia,” ujar Dody saat sesi Media Briefing, Kamis (18/12).

Meski membawa angin segar, Menteri Dody menegaskan bahwa diskon tarif tol ini bersifat terbatas. Potongan harga tersebut hanya berlaku selama tiga hari, yakni pada 22, 23, dan 31 Desember 2025.

“Namun perlu diingat, ini hanya berlaku selama tiga hari saja. Tujuannya untuk menstimulasi warga agar berangkat lebih awal atau pulang lebih akhir, sehingga beban jalan tol tidak menumpuk di satu waktu,” jelasnya.

Selain itu, terdapat beberapa ruas tol yang mendapatkan kebijakan khusus. Untuk ruas Tol Manado–Bitung, diskon tarif diberlakukan lebih panjang, yakni mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Sementara itu, Tol Becakayu mendapatkan kebijakan tarif khusus sejak 13 Oktober 2025 hingga 31 Desember 2025, serta ruas Tol Krian–Legundi–Bunder yang berlaku mulai 21 Oktober 2025 sampai 31 Desember 2025.

Dody menilai kebijakan diskon tarif tol ini diharapkan berdampak positif terhadap kelancaran perjalanan masyarakat, terutama saat volume kendaraan meningkat tajam dan potensi cuaca ekstrem dapat memengaruhi layanan infrastruktur.

Pemerintah berharap, dengan adanya insentif tarif tol tersebut, distribusi waktu perjalanan masyarakat menjadi lebih merata sehingga kemacetan dapat diminimalkan dan perjalanan Nataru berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.