Banjir Bandang Terjang Kepulauan Sitaro, Sembilan Orang Meninggal Dunia

0
115
Banjir bandang
Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin, 5 Januari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Bencana tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya terdampak.

Banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kepulauan Sitaro dalam durasi yang cukup lama. Tiga kecamatan terdampak dalam kejadian ini, yakni Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, dan Kecamatan Siau Barat.

Berdasarkan visual yang diterima BNPB, material batuan dan lumpur terbawa arus banjir bandang hingga menutup ruas jalan serta meluber masuk ke bangunan rumah warga. Kondisi ini menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur di wilayah terdampak.

Laporan dari tim di lapangan menyebutkan bahwa hingga Senin siang (5/1), banjir telah berangsur surut. Namun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di sejumlah wilayah terdampak masih terputus sehingga menghambat komunikasi dan distribusi bantuan.

Data sementara yang dihimpun oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat sembilan orang meninggal dunia. Selain itu, lima orang dilaporkan masih dalam pencarian, 17 orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 102 jiwa mengungsi di Gedung GMIST Bethbara.

Kerugian material akibat banjir bandang ini antara lain lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut terbawa arus. Sementara itu, pendataan terhadap kerusakan dan kerugian lainnya masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Hingga saat ini, tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan upaya evakuasi serta pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang. Kendala utama yang dihadapi dalam mobilisasi sumber daya menuju lokasi terdampak adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.