(Vibizmedia-Nasional) Harga durian Musang King mengalami penurunan drastis hingga menyentuh titik terendah dalam satu dekade terakhir. Fenomena yang dijuluki sebagai “tsunami durian” ini membuat harga durian premium asal Malaysia tersebut anjlok lebih dari 60 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Musang King selama ini dikenal sebagai durian kelas premium dengan harga tinggi. Di Indonesia, durian ini kerap dibanderol lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Namun, kondisi berbeda terjadi di Malaysia dalam beberapa pekan terakhir.
Pada November 2025, harga Musang King masih berada di kisaran RM20 per kilogram atau sekitar Rp82 ribu. Namun memasuki awal Desember, harga turun tajam hingga menyentuh RM10 per kilogram atau sekitar Rp41 ribu. Angka tersebut dinilai sangat rendah dan mengejutkan para petani durian.
Mengutip laporan The Star (30/12), penurunan harga ini membuat banyak pemilik kebun durian terpukul. Salah seorang pemilik kebun, Lin Fu Yuan, mengatakan bahwa margin keuntungan sebenarnya sudah sangat tipis ketika harga berada di level RM20 per kilogram.
“Kami tidak menyangka harga bisa anjlok lebih dari 60 persen di awal Desember. Ini merupakan harga terendah sepanjang sejarah dan membuat saya menderita kerugian bulan ini,” ujar Lin.
Petani lain di Raub, Zou Sheng Zhe, menyebut kelompok yang paling terdampak adalah petani yang menyewa lahan serta mereka yang menanam durian dengan investasi modal besar. Penurunan harga yang drastis membuat beban biaya produksi sulit tertutupi.
Adapun penyebab utama fenomena tsunami durian ini adalah melemahnya permintaan, khususnya dari pasar ekspor seperti China. Di sisi lain, musim liburan sekolah belum mampu menyerap lonjakan pasokan durian di pasar domestik, sehingga terjadi kelebihan stok.
Istilah tsunami durian kini ramai diperbincangkan di kalangan pelaku industri karena tidak hanya mencerminkan penurunan harga, tetapi juga membanjirnya pasokan buah di pasar. Kombinasi permintaan yang melambat dan pasokan berlebih membuat harga di tingkat petani jatuh tajam.
Pelaku industri berharap kondisi ini bersifat sementara dan harga akan kembali stabil setelah musim panen puncak berakhir. Namun bagi petani kecil, tekanan harga saat ini memaksa mereka memutar strategi agar usaha tetap bertahan.
Di sisi lain, konsumen justru menikmati fenomena ini sebagai peluang untuk membeli durian Musang King dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan sebelum tsunami durian melanda.









