Kemenperin Arahkan Kawasan Industri Tematik Dukung Ketahanan Nasional

0
131
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat pengembangan kawasan industri yang selaras dengan arah kebijakan nasional dan kebutuhan strategis pembangunan jangka panjang. Akselerasi tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan industri tematik yang berpotensi diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sesuai dengan fokus dan karakter masing-masing kawasan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri ke depan tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional di sektor-sektor strategis.

“Kami akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang dapat diarahkan menjadi PSN atau KEK. Penentuannya sangat bergantung pada tema kawasan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan negara,” ujar Menperin saat Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12).

Agus menjelaskan, setiap usulan pengembangan kawasan industri akan dinilai secara selektif, terutama dari sisi kesesuaiannya dengan kebijakan prioritas pemerintah, seperti ketahanan energi, ketahanan pangan, dan kebijakan strategis nasional lainnya.

“Kawasan industri harus paralel dengan kebijakan yang kita jalankan, termasuk kebijakan ketahanan energi dan ketahanan pangan,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan kawasan industri juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya Asta Cita kelima terkait peningkatan layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Dalam konteks industri, kebijakan tersebut diterjemahkan sebagai penguatan ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.

“Pada dasarnya ini adalah upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian di bidang kesehatan. Kawasan industri, PSN, maupun KEK ke depan akan kita arahkan untuk mendukung tujuan tersebut,” tegas Agus.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin telah menerima proposal dari sebuah grup usaha besar yang berencana mengembangkan kawasan industri tematik bertajuk Biotown, yang difokuskan sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.

“Melalui Biotown, diharapkan kapasitas nasional dalam memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan dapat semakin diperkuat,” ungkap Menperin.

Konsep Biotown juga menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri, khususnya bahan baku herbal dan sumber hayati lokal, sebagai basis produksi.

“Yang menarik, produk obat-obatan yang dikembangkan nantinya berbasis sumber daya alam Indonesia, termasuk bahan herbal yang berasal dari kekayaan alam kita sendiri,” tambahnya.

Menurut Agus, pengembangan kawasan industri tematik seperti Biotown menjadi model ideal yang perlu terus didorong karena mampu menciptakan nilai tambah industri sekaligus memperkuat kemandirian nasional, sejalan dengan kebijakan Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan kesehatan.

“Tematik seperti inilah yang akan terus kita dorong, dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan arah kebijakan Presiden,” pungkasnya.