Kementan Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan di 33 Provinsi

0
117
Kementan Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan di 33 Provinsi (Foto: Kementan)

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan melalui pembentukan 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Kebijakan ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 sebagai langkah strategis menghadirkan pendampingan teknologi pertanian secara merata di daerah.

Balai Besar tersebut berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), yang bertugas mengoordinasikan serta melaksanakan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan paket teknologi pertanian spesifik lokasi, sekaligus mendorong percepatan modernisasi sektor pertanian nasional.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa pembentukan 33 Balai Besar ini merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang telah ada sebelumnya. Peningkatan status tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi pusat dan daerah, khususnya dalam memperluas jangkauan program dan kebijakan Kementan hingga ke tingkat lokal.

“Dengan jaringan kerja yang menjangkau dari pusat hingga daerah, BRMP berperan penting dalam percepatan modernisasi pertanian melalui pengembangan inovasi teknologi, penerapan standar mutu, serta penguatan kapasitas kelembagaan,” ujar Fadjry dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian akan menjalankan berbagai fungsi, mulai dari identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi, perekayasaan dan pengujian, hingga diseminasi serta penerapan paket teknologi pertanian spesifik lokasi dan model pertanian modern. Selain itu, balai ini juga memproduksi benih dan bibit sumber unggul bersertifikat guna meningkatkan produktivitas pertanian.

“Balai Besar ini hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit bermutu sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan penguatan ketahanan pangan nasional,” tegas Fadjry.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus menekankan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi pertanian. Menurutnya, teknologi dan mekanisasi mampu meningkatkan produksi secara efisien sekaligus menekan biaya usaha tani.

“Kita tidak boleh setengah-setengah. Pertanian harus berbasis inovasi dan teknologi agar produktivitas dan indeks pertanaman meningkat, serta biaya produksi menurun. Inilah transformasi menuju pertanian modern,” ujar Mentan.