(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang ditetapkan sebagai program prioritas tahun 2025. Program tersebut diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di SMK Negeri 7 Medan, Provinsi Sumatra Utara, pada Minggu (4/1/2026).
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk kegiatan revitalisasi dan pembangunan sekolah baru di 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari total tersebut, lebih dari 85 persen program telah rampung dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Program revitalisasi ini bertujuan memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik dan tenaga pendidik,” ujar Abdul Mu’ti dalam peresmian tersebut.
Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan kelanjutan program revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima revitalisasi, sehingga secara keseluruhan jumlah sekolah yang mendapatkan manfaat program ini mencapai sekitar 71.000 satuan pendidikan.
Di Provinsi Sumatra Utara, sebanyak 897 satuan pendidikan tercatat sebagai penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran sebesar Rp852,49 miliar pada tahun 2025. Sementara itu, khusus di Kota Medan, bantuan revitalisasi disalurkan kepada 48 sekolah dengan nilai anggaran Rp47,41 miliar dan ditargetkan rampung paling lambat pada akhir Januari 2026.
Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga memperkuat mutu pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Secara nasional, pemerintah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit Papan Interaktif Digital (PID) ke berbagai satuan pendidikan.
Di Provinsi Sumatra Utara, sebanyak 17.073 unit PID telah diterima, termasuk 2.047 unit yang disalurkan ke sekolah-sekolah di Kota Medan. Perangkat tersebut diharapkan mampu mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran merupakan dua pilar utama dalam transformasi pendidikan nasional.
“Tujuannya adalah mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.









