Pemprov Sumatra Utara Pastikan Sekolah Siap Masuki Semester Genap 2025/2026 Meski Dilanda Bencana

0
161
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. (Foto: Youtube Kemendikdasmen)

(Vibizmedia  – Nasional) Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memastikan kesiapan sektor pendidikan memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, meskipun sejumlah daerah masih terdampak banjir dan tanah longsor.

Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan hal tersebut saat Peresmian Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kota Medan, Minggu (4/1/2026).

Bobby menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu dari lima program prioritas Pemprov Sumatra Utara, sejalan dengan agenda nasional pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pemerintah daerah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan pada awal semester genap.

“Dari lebih dari 50 SMA dan SMK di 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana, hanya dua sekolah mengalami kerusakan berat. Selebihnya siap melaksanakan pembelajaran mulai Senin (5/1/2026),” ujar Bobby di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia menjelaskan, wilayah dengan dampak bencana paling signifikan berada di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta Kota Sibolga. Meski demikian, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat telah melakukan percepatan pemulihan, termasuk pendataan dan penanganan fasilitas pendidikan yang terdampak.

Bobby menekankan bahwa akses dan layanan pendidikan di daerah bencana menjadi perhatian serius, sejalan dengan arahan Presiden agar pemulihan pascabencana, termasuk sarana sekolah, menjadi prioritas.

Selain penanganan bencana, Pemprov Sumatra Utara juga menaruh perhatian pada pemerataan pendidikan di wilayah tertinggal, khususnya Kepulauan Nias. Untuk mendorong peningkatan kualitas dan akses pendidikan, pemerintah provinsi menetapkan kebijakan sekolah gratis jenjang SMA dan SMK di seluruh Kepulauan Nias mulai 2026.

“Kami ingin memastikan anak-anak di Kepulauan Nias memperoleh akses pendidikan yang setara, baik dari sisi biaya, fasilitas, maupun kualitas,” kata Bobby.

Pemprov Sumatra Utara juga merencanakan pembangunan sekolah unggulan SMA Sukma di Kepulauan Nias pada 2026, yang diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta serta mendukung program nasional penguatan pendidikan menengah.

Pada kesempatan itu, Bobby menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti atas dukungan revitalisasi dan digitalisasi sekolah di Sumatra Utara. Menurutnya, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan, terutama di tengah tantangan bencana dan ketimpangan wilayah.

Ia berharap kebijakan dan arahan Kemendikdasmen terus memperkuat upaya daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sehingga Sumatra Utara dapat berkontribusi melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.