BNPB Catat Rentetan Bencana Hidrometeorologi, Banjir Bandang di Sitaro Tewaskan 11 Orang

0
176
Banjir
Personel BPBD Kabupaten Grobogan bersama Polres Grobogan melaksankan kaji cepat terkait banjir di Desa Katong Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Senin (5/1). Banjir yang terjadi akibat dari Luapan Sungai Serang, telah menggenangi jalan desa dengan ketinggian air 20-30 sentimeter. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru di berbagai wilayah Indonesia selama periode 5 Januari 2026 hingga 6 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, peristiwa bencana masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Di Provinsi Sulawesi Utara, banjir bandang melanda empat desa di empat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1). Bencana ini menimbulkan dampak paling parah dengan 11 orang meninggal dunia, lima orang dinyatakan hilang, serta 17 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 143 kepala keluarga atau 444 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status Tanggap Darurat sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Saat ini kondisi banjir dilaporkan telah surut, namun upaya pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir terjadi di Kota Banjarbaru pada Senin (5/1). Sebanyak 57 kepala keluarga atau 175 jiwa terdampak, dengan 57 unit rumah di Desa Landasan Ulin, Kecamatan Landasan Ulin, terendam banjir. Hingga kini, genangan air masih terjadi dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter.

Di Provinsi Jawa Timur, banjir juga dilaporkan melanda lima desa di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada Minggu (4/1). Bencana ini berdampak pada 348 kepala keluarga. Meski genangan di sejumlah titik mulai surut, aliran banjir ke hilir sungai menyebabkan wilayah lain justru mengalami peningkatan, seiring hujan yang masih berlangsung.

BNPB turut menerima laporan banjir baru di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Grobogan, akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (4/1). Wilayah terdampak meliputi Desa Klambu (Kecamatan Klambu), Desa Karangsono (Kecamatan Karangrayung), dan Desa Katong (Kecamatan Toroh). Sebanyak 140 kepala keluarga atau rumah terdampak, dengan kondisi terkini genangan air mulai berangsur surut.

Di Provinsi Jawa Barat, banjir melanda Kota Cirebon dan berdampak pada 1.275 kepala keluarga atau 3.972 jiwa, serta memaksa 130 jiwa mengungsi. Banjir merendam lima kelurahan di tiga kecamatan. Saat ini, air telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur serta sampah yang terbawa banjir.

Sementara itu, di Provinsi Lampung, banjir akibat faktor cuaca melanda Desa Panengahan dan Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, pada Senin (5/1). Bencana ini berdampak pada 320 kepala keluarga. Kondisi genangan di Desa Panengahan dilaporkan mulai surut, namun di Desa Mada Jaya air masih bertahan.

BNPB terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan unsur terkait guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi lapangan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.