Gelombang Dingin Intens Landa Arab Saudi, Suhu Nol Derajat

0
182
Salju
Ilustrasi salju turun

(Vibizmedia-Internasional) Arab Saudi tengah dilanda gelombang dingin intens dalam beberapa hari terakhir. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Centre for Meteorology/NCM) melaporkan penurunan suhu signifikan di berbagai wilayah, bahkan mencapai titik nol derajat Celsius di sejumlah daerah utara Kerajaan.

Dikutip dari Gulf News, Selasa (6/1/2026), NCM menyebutkan gelombang dingin diperkirakan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, disertai angin kencang yang memperkuat efek suhu dingin, terutama pada malam hingga dini hari.

Penurunan suhu tercatat meluas, mencakup wilayah Makkah dan Madinah, Tabuk, Al Jouf, Perbatasan Utara, Hail, Al Qassim, Riyadh, hingga Provinsi Timur. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tersebut.

Wilayah barat laut Tabuk menjadi salah satu area yang mengalami dampak terparah. Pada Minggu pagi, suhu di kawasan terbuka dan dataran tinggi turun drastis hingga memicu terbentuknya embun beku. NCM memperkirakan suhu di Tabuk masih berpotensi menurun, seiring angin kencang yang meningkatkan rasa dingin.

Data NCM mencatat Kota Arar, Qurayyat, dan Turaif sebagai wilayah terdingin dengan suhu mencapai nol derajat Celsius. Sementara itu, suhu di Rafha turun hingga tiga derajat Celsius dan Sakaka berada di kisaran empat derajat Celsius.

Gelombang dingin juga berdampak pada dua kota suci, Makkah dan Madinah. Meski tidak mencatat suhu terendah nasional, keduanya mengalami penurunan suhu yang cukup signifikan. Suhu malam hari di Makkah diperkirakan berada di kisaran 7–10 derajat Celsius, sedangkan Madinah antara 8–11 derajat Celsius. Angin aktif membuat suhu terasa lebih dingin dari catatan resmi.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi penduduk setempat maupun jemaah, mengingat aktivitas ibadah banyak dilakukan di area terbuka.

Sementara itu, mengutip Saudi Press Agency (SPA), NCM juga melaporkan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah Madinah, disertai angin berdebu yang melanda Madinah, bagian timur Makkah, Al-Baha, dan wilayah Aseer. Di bagian utara wilayah timur Arab Saudi, kabut diperkirakan terbentuk pada malam hingga dini hari.

Untuk kondisi maritim, perairan Laut Merah dan Teluk Arab diperkirakan relatif stabil. Di Laut Merah, angin bertiup dengan kecepatan 20–40 kilometer per jam dan tinggi gelombang sekitar 1–2 meter. Sementara di Teluk Arab, angin berkecepatan 15–45 kilometer per jam dengan tinggi gelombang 0,5–2 meter, masih dalam batas aman pelayaran.

NCM juga menyebutkan berdasarkan prakiraan iklim musiman, Arab Saudi akan mengawali 2026 dengan curah hujan di atas rata-rata di sejumlah wilayah sepanjang Januari ini.