(Vibizmedia – Aceh) Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Minggu (4/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat sekaligus menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi logistik, terutama menuju wilayah Gayo Lues yang menjadi jalur strategis di Aceh.
Salah satu titik yang dikunjungi adalah ruas jalan Blangkejeren–batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara yang tertutup longsor akibat hujan deras pada 3 Januari 2026. Ruas tersebut merupakan jalur logistik vital yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Sumatera Utara.
Menteri Dody menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keterbukaan akses logistik agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Yang paling utama bagi kami adalah menjaga jalur logistik tetap terbuka. Akses masuk untuk bahan kebutuhan masyarakat dan kegiatan industri tidak boleh terputus. Masyarakat tidak boleh sampai kesulitan akibat terhambatnya distribusi,” ujar Menteri Dody.
Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh tengah melakukan pembersihan material longsor dengan mengerahkan enam unit excavator dan satu unit wheel loader. Selain itu, empat unit excavator tambahan masih dalam proses mobilisasi untuk mempercepat penanganan.
Menteri Dody menyampaikan bahwa Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna menentukan langkah penanganan lanjutan, baik dalam tahap darurat maupun solusi jangka menengah dan panjang, agar infrastruktur di wilayah terdampak semakin andal menghadapi risiko bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga menerima laporan mengenai putusnya jembatan alternatif Mbarung di Kecamatan Babussalam menuju Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Jembatan tersebut kembali rusak akibat banjir Sungai Alas pada Rabu malam (31/12/2025), sehingga akses transportasi darat di jalur tersebut lumpuh total.
Sebelumnya, jembatan kerangka baja Mbarung juga sempat putus akibat banjir bandang pada 27 November 2025, menjadikannya sebagai salah satu titik prioritas dalam penanganan pascabencana.
Kementerian PU berkomitmen mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana di Aceh dengan mengutamakan keselamatan, konektivitas wilayah, serta keberlanjutan akses logistik sebagai penopang kehidupan dan perekonomian masyarakat.









