BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi, Banjir Bandang Sitaro Tewaskan 16 Orang

0
114
Banjir
Banjir yang melanda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa, 6 Januari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 6 Januari 2026 hingga 7 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Di Provinsi Lampung, banjir merendam dua desa di Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, pada Senin (5/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak 320 unit rumah warga terdampak banjir. Di Desa Mada Jaya, tinggi muka air mencapai 70 sentimeter, sementara di Desa Penengahan sekitar 30 sentimeter. Hingga Selasa (6/1), banjir masih menggenang di Desa Mada Jaya, sedangkan di Desa Penengahan air mulai surut. BPBD Kabupaten Pesawaran telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Longsor terjadi di kawasan Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Kecamatan Padarincang, pada Selasa (6/1) pukul 10.40 WIB. Lokasi longsoran berada sekitar satu kilometer dari permukiman warga. BPBD Kabupaten Serang segera melakukan pendataan dan identifikasi potensi longsor susulan karena pergerakan tanah masih terjadi di beberapa titik. Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 266 warga diungsikan ke madrasah terdekat. Hingga saat ini, kondisi di lapangan terpantau terkendali.

Bencana banjir juga melanda Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Minggu (4/1). Banjir merendam 10 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sembakung, Lumbis, dan Sebuku. Sebanyak 4.461 jiwa terdampak. Namun, tidak ada warga yang mengungsi karena sebagian besar rumah berbentuk rumah panggung sehingga air tidak masuk ke dalam rumah. Warga juga telah menyiapkan perahu sebagai sarana transportasi saat banjir. Meski demikian, banjir merendam sembilan unit sekolah, sembilan fasilitas kesehatan, dan dua fasilitas ibadah. Hingga Selasa (6/1), banjir dilaporkan belum surut.

Update Banjir Bandang Sitaro

Di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, proses pencarian tiga korban yang masih hilang akibat banjir bandang dilanjutkan pada Rabu (7/1). Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang. Enam korban telah teridentifikasi, sementara 10 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Selain korban meninggal, sebanyak 22 orang mengalami luka-luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa dan masih terus diperbarui.

Banjir bandang tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, di antaranya tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan terputus dan beberapa bangunan kantor serta infrastruktur lainnya mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Sitaro selama 14 hari, terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026.

BNPB juga mengingatkan bahwa dalam sepekan ke depan, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan lebat. Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Sementara angin kencang berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau kondisi wilayah rawan bencana secara rutin, serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah.