Normalisasi Sungai Dipacu, TNI dan Bantuan Presiden Pulihkan Pidie Jaya Pascabanjir

0
99
: Tiga unit Excavator membersihkan sungai antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya/ do : Tiga unit Excavator membersihkan sungai antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya/ Foto: Pendam IM

(Vibizmedia – Aceh) Deru mesin ekskavator nyaris tak berhenti menggema di sepanjang alur sungai yang membentang antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Tiga unit ekskavator capit bantuan Presiden Republik Indonesia kini menjadi andalan utama dalam percepatan pemulihan wilayah pascabanjir, mengangkat glondongan kayu berukuran besar serta endapan lumpur yang selama ini menyumbat aliran sungai.

Keberadaan alat berat tersebut terbukti krusial. Tumpukan material kayu dan sedimentasi akibat terjangan banjir satu per satu berhasil dibersihkan, membuka kembali jalur sungai yang sempat terputus dan memulihkan kelancaran aliran air.

Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Aliran sungai kembali normal dan potensi terjadinya banjir susulan di kawasan sekitar kian menurun.

Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menyebut bantuan alat berat dari Presiden RI memberikan kontribusi besar dalam percepatan penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya.

“Alhamdulillah, tiga ekskavator capit bantuan Presiden RI bekerja maksimal. Pembersihan glondongan kayu dan sedimentasi sungai berjalan efektif dan hasilnya sudah sangat terlihat. Ini menjadi langkah penting untuk mencegah banjir susulan sekaligus mempercepat pemulihan wilayah,” ujar Abdul Hadi dalam keterangannya, Selasa (6/1/2025).

Di balik operasional alat berat, puluhan personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda terus bekerja di lapangan. Satgas ini terdiri atas prajurit Kodim 0102/Pidie, Yon Armed 17/RC, Yonif TP 857/GG, serta Yon Zipur 16/DA, yang menyisir kawasan terdampak banjir secara menyeluruh.

Dengan semangat kemanusiaan, para prajurit bergotong royong membersihkan lumpur, puing-puing, dan sisa material banjir di permukiman warga serta fasilitas umum. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan harapan masyarakat agar aktivitas kehidupan dapat segera berjalan normal.

Menurut Abdul Hadi, sinergi lintas satuan dalam Satgas Gulbencal menjadi kekuatan utama dalam percepatan penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

“Personel Satgas Gulbencal TNI bekerja tanpa kenal lelah. Fokus kami tidak hanya pada normalisasi sungai, tetapi juga pemulihan fasilitas umum dan rumah warga agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali berjalan,” tambahnya.

Kolaborasi TNI di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda tersebut terus menunjukkan hasil bertahap. Sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa, sekolah, masjid, meunasah, hingga rumah warga yang sebelumnya tertimbun lumpur kini mulai dibersihkan dan kembali difungsikan.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat pemulihan fisik wilayah terdampak, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang tengah bangkit dari bencana.

Meski masih menghadapi tantangan, terutama faktor cuaca dan sisa material banjir di beberapa titik, Satgas Gulbencal memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kerja terpadu antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat, Kabupaten Pidie Jaya diharapkan dapat segera pulih pascabanjir, memulihkan infrastruktur, serta menggerakkan kembali roda sosial dan ekonomi warga secara berkelanjutan.