
(Vibizmedia – Bogor) Presiden Prabowo Subianto menilai capaian pemerintahan pada tahun pertama kepemimpinannya sebagai hasil yang patut dibanggakan. Ia menyebut, strategi transformasi bangsa yang ditawarkan sejak masa pencalonan disusun secara sistematis, terukur, dan berlandaskan kajian jangka panjang.
“Apa yang telah kita capai menurut saya sangat membanggakan. Kita maju ke hadapan rakyat dengan sebuah strategi—strategi tertulis, terukur, dan melalui kajian puluhan tahun,” ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).
Presiden menegaskan bahwa inti dari strategi tersebut adalah membangun kemandirian bangsa agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Dalam hal ini, swasembada pangan menjadi pilar utama yang tidak bisa ditawar.
“Bangsa Indonesia harus mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri. Elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin makanan bagi rakyatnya,” tegas Presiden.
Ia menjelaskan, swasembada pangan tidak hanya terbatas pada kecukupan beras, tetapi mencakup seluruh kebutuhan pangan, baik sumber karbohidrat maupun protein. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya swasembada energi sebagai fondasi menuju kemakmuran nasional.
“Jika kita bergantung pada bangsa lain untuk energi, maka tidak mungkin kita bisa makmur dan lepas dari kemiskinan,” ujarnya.
Menurut Presiden Prabowo, dinamika global saat ini semakin menegaskan urgensi strategi kemandirian tersebut. Ia menyinggung konflik di sejumlah negara pemasok pangan dunia serta pengalaman Indonesia saat pandemi COVID-19, ketika negara-negara pengekspor pangan menutup keran ekspor.
“Kita pernah mengalami COVID-19. Semua negara pengekspor makanan menutup diri. Kita tidak bisa impor, meskipun kita punya uang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target semula empat tahun. Saat ini, cadangan beras pemerintah tercatat lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Hari ini cadangan beras di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Ini yang tertinggi sepanjang sejarah republik ini. Saya kira ini hasil kerja keras semua unsur,” pungkas Presiden.








