Presiden Prabowo: 2026 Jadi Tahun Akselerasi Transformasi dan Swasembada Pangan

0
105
Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres

(Vibizmedia – Bogor) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan awal tahun 2026 dengan mengumpulkan para menteri dan pejabat tinggi negara di Padepokan Garuda Yaksa, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang 2025 sekaligus penegasan arah dan prioritas strategis pemerintah pada tahun 2026.

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa pertemuan awal tahun ini dimanfaatkan untuk merefleksikan capaian tahun sebelumnya serta merumuskan langkah-langkah konkret ke depan. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami kondisi bangsa di tengah dinamika global serta berbagai bencana yang melanda sejumlah daerah.

“Kita menyadari bahwa bangsa ini menghadapi banyak tantangan dan cobaan. Bencana yang terjadi di tiga provinsi di Aceh, serta di sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, menjadi pengingat bahwa kita harus selalu siap, waspada, dan tangguh,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, berbagai ujian tersebut justru memperlihatkan kekuatan dan ketahanan bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas nyata untuk menghadapi tantangan nasional maupun global.

“Negara kita telah membuktikan bahwa kita kuat. Republik Indonesia memiliki kekuatan yang nyata, yang bisa diukur, dilihat, dan dirasakan,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari menteri koordinator, menteri, kepala lembaga, hingga TNI, Polri, dan Kejaksaan. Ia menilai keberhasilan nasional tidak terlepas dari kerja keras, inisiatif, serta keberanian para pemimpin dalam mengambil keputusan.

“Pemimpin sejati bukanlah mereka yang hanya menunggu arahan, tetapi yang memahami tujuan besar dan berani bertindak demi kepentingan rakyat,” tutur Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan strategi transformasi bangsa yang telah disampaikan kepada masyarakat. Strategi tersebut, kata dia, dirancang melalui kajian mendalam dan berorientasi pada hasil nyata.

“Inti dari transformasi bangsa adalah kemandirian. Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Salah satu pilar utamanya adalah swasembada pangan,” jelasnya.

Presiden menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tidak akan tercapai tanpa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mewujudkan swasembada pangan secara menyeluruh, tidak hanya beras, tetapi juga jagung, singkong, serta sumber protein lainnya.

“Swasembada bukan hanya soal beras. Kita harus mandiri dalam jagung, singkong, dan protein. Karena pangan mencakup karbohidrat dan protein. Inilah fondasi kemandirian nasional,” ujarnya.

Dengan arah kebijakan yang tegas dan keberanian untuk bertindak, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mendorong transformasi menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.