Ribuan Warga Mengungsi, BNPB dan Pemkab Nagan Raya Percepat Pembangunan Huntara

0
93
Foto: BNPB

(Vibizmedia – Nasional) Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, meninjau lokasi pengungsian warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (4/1/2026).

Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Nagan Raya. Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga total, yang memaksa ribuan warga mengungsi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati TR Keumangan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah mengusulkan pembangunan 609 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di kecamatan tersebut. Huntara tersebut direncanakan dibangun di empat gampong, yaitu Gampong Blang Meurandeh sebanyak 91 unit, Gampong Kuta Teungoh 222 unit, Gampong Babah Suak 166 unit, dan Gampong Blang Puuk 130 unit.

Pemkab Nagan Raya terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara, mengingat warga pengungsi akan segera memasuki bulan suci Ramadan. Kehadiran Kepala BNPB di lokasi pengungsian juga dinilai memberikan dukungan moril dan semangat bagi masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari bencana.

Pada kesempatan itu, Bupati Nagan Raya turut menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat, khususnya BNPB, dalam penanganan bencana hidrometeorologi di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, hingga kini masih berada dalam status tanggap darurat bencana. Hal ini disebabkan masih banyaknya warga yang belum dapat kembali ke rumah dan harus bertahan di lokasi pengungsian.

Untuk Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, BNPB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak terus dilakukan, termasuk penyediaan hunian sementara dan hunian tetap. Di lokasi pengungsian, Suharyanto juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga serta berdialog langsung untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan mendesak para pengungsi.

Ia menegaskan bahwa tenda-tenda darurat akan segera diganti, dan para pengungsi diprioritaskan untuk dipindahkan ke hunian sementara yang lebih layak. Menurutnya, hunian sementara menjadi solusi penting guna memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga terdampak.

BNPB menargetkan pembangunan sekitar 600 unit hunian sementara di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Proses pembangunan akan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat agar dapat diselesaikan lebih cepat.