Airlangga: Negosiasi Dagang RI–AS Masuki Tahap Akhir, Tim Bertolak ke Washington

0
144
Sritex
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 29 Oktober 2024. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia baru saja menggelar pertemuan dengan perwakilan tim negosiasi Amerika Serikat (AS) di Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu krusial menjelang tahap akhir penyusunan perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat, khususnya terkait komoditas pertanian.

Airlangga menjelaskan, dalam pertemuan tersebut tim dari AS menaruh perhatian besar pada upaya penyeimbangan neraca dagang, termasuk pembahasan volume impor produk pertanian.

“Tadi under secretary-nya baru saja ketemu di kantor, khususnya negosiator mengenai agriculture. Secara keseluruhan isu-isu sudah terselesaikan. Kita bahas masalah volume impor dan lain-lain. Kita kan sekarang ini untuk agriculture positif terhadap AS,” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

Ia menambahkan, tim yang mewakili pemerintah Indonesia dijadwalkan bertolak ke Washington, Amerika Serikat, pada Senin mendatang untuk memasuki tahap legal drafting perjanjian dagang tersebut. Proses penyusunan aspek hukum diperkirakan berlangsung selama lima hingga tujuh hari.

“Hari Senin tim akan berangkat ke Washington. Dijadwalkan untuk legal drafting dalam waktu 5–7 hari. Sesudah itu kita tentukan kapan sekiranya di Amerika berproses, kapan Presiden Prabowo ke Amerika,” jelas Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian dagang ini direncanakan akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah seluruh proses teknis dan hukum dirampungkan.

Terkait dinamika geopolitik global, Airlangga menegaskan bahwa berbagai ketegangan yang terjadi di Amerika Serikat, termasuk memburuknya hubungan AS dengan Venezuela, tidak akan menghambat jalannya negosiasi dagang antara kedua negara.

“Itu kan geopolitik, berbeda. Itu wilayah backyard Amerika dan persoalannya sudah panjang sejak nasionalisasi era Hugo Chavez. Memang setahun ke belakang eskalasi meningkat, tapi tidak berkaitan dengan kepentingan ASEAN,” paparnya.

Menurut Airlangga, kawasan Asia Pasifik, termasuk ASEAN, tetap menjadi kepentingan strategis Amerika Serikat, sehingga proses negosiasi dagang dengan Indonesia tetap berjalan sesuai rencana. Pemerintah pun menargetkan seluruh proses negosiasi dapat diselesaikan dalam bulan ini.