Krakatau Steel Teken Kontrak Pengadaan Pipa Baja Proyek Gas Dumai–Sei Mangkei

0
360
Penandatanganan kontrak Krakatau Steel untuk pengadaan pipa baja Proyek Dusem sepanjang 541 km mendukung ketahanan energi nasional dan industri baja dalam negeri. (Foto: Krakatau Steel)

(Vibizmedia – Nasional) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) resmi menandatangani kontrak pengadaan pipa baja untuk Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Pipa Transmisi Gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) Segmen 1 dan 2.

Penandatanganan kontrak dilakukan dengan KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang melibatkan PT Nindya Karya serta KSO Rabana–Abipraya–SBS–Singgar, pada Selasa (6/1/2026) di Fairfield by Marriott, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri Direktur Komersial, Pengembangan Usaha & Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Hernowo, serta Plt Direktur Produksi & Teknologi PT Krakatau Pipe Industries (KPI) Erwin Saputra, dan disaksikan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono.

Pengadaan pipa baja Proyek Dusem dilaksanakan oleh Konsorsium Krakatau Steel melalui anak usahanya, PT Krakatau Pipe Industries, yang bergerak di bidang manufaktur pipa baja dan jasa pelapisan antikorosi. Dalam pelaksanaannya, KPI juga menggandeng sejumlah pabrikan dalam negeri untuk mendukung pemenuhan kebutuhan proyek.

Proyek ini akan menggunakan pipa baja jenis ERW/HSAW dengan spesifikasi API 5L X52 PSL 2, berdiameter 20 inci, serta dilengkapi pelapisan 3LPE Coating. Total panjang pipa yang dibutuhkan mencapai sekitar 541 kilometer.

Seluruh pipa dirancang untuk memenuhi standar mutu dan keselamatan tinggi, sesuai kebutuhan proyek nasional yang akan menyalurkan gas dari SKG Belawan ke Stasiun Labuhan Batu, serta dari Stasiun Labuhan Batu menuju fasilitas di Duri.

Hernowo menyampaikan bahwa Krakatau Steel akan berperan penting sebagai penyedia material utama proyek tersebut.

“Melalui anak usaha Krakatau Pipe Industries, Krakatau Steel Group akan menyuplai lebih dari 80.000 ton pipa baja untuk proyek strategis ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Dr. Akbar Djohan menegaskan bahwa keterlibatan Krakatau Steel dalam Proyek Dusem merupakan wujud nyata dukungan perusahaan terhadap agenda strategis nasional, khususnya dalam penguatan ketahanan energi dan industri dalam negeri.

“Partisipasi Krakatau Steel Group menunjukkan kesiapan industri baja nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi strategis, sekaligus mendorong penggunaan produk baja dalam negeri secara berkelanjutan,” ujar Akbar Djohan.

Sebagai informasi, Proyek Dusem merupakan proyek strategis nasional berupa pembangunan pipa transmisi gas bumi sepanjang sekitar 541 kilometer yang membentang dari Belawan hingga Duri di Sumatra. Proyek ini dirancang untuk mengalirkan gas dari Wilayah Kerja Andaman menuju Jawa, dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada periode 2025–2027, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penandatanganan kontrak ini menandai dimulainya rangkaian pekerjaan Proyek Dusem. Diharapkan, kolaborasi antara produsen baja nasional dan kontraktor EPC pelaksana dapat berjalan sinergis sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta memenuhi seluruh aspek keselamatan dan kualitas.

Saat ini, PT Krakatau Pipe Industries memproduksi pipa baja spiral dan pipa baja ERW (Electric Resistance Welding) dengan rentang ukuran masing-masing 12–80 inci dan 0,5–20 inci. Dengan kapasitas produksi mencapai 220.000 ton per tahun, KPI dikenal sebagai salah satu produsen pipa baja andal untuk sektor migas, konstruksi, dan infrastruktur.

Sebagai pabrikan pipa baja terintegrasi, KPI juga memiliki fasilitas pelapisan antikorosi dengan kapasitas hingga 800.000 meter persegi per tahun. Jenis pelapisan yang tersedia meliputi 3LPE, 3LPP, Asphalt Enamel, Concrete Weight Coating, hingga Internal Cement Lining, termasuk pelapisan pipa laut dalam untuk kebutuhan migas onshore maupun offshore.