Pemerintah Gandeng BUMN Logistik Jaga Pasokan Pangan di Wilayah Terdampak Bencana

0
126
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus memperkuat pengendalian inflasi pangan pascabencana melalui penguatan distribusi rantai pasok. Salah satu langkah strategis yang ditempuh ialah menjalin kolaborasi antara PT Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara guna memastikan penyaluran komoditas pangan dari sentra produksi ke wilayah terdampak dapat berjalan cepat, merata, dan efisien.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi setelah masa tanggap darurat bencana berakhir.

“Secara kemanusiaan kita sangat empati. Namun setelah tanggap darurat selesai, aktivitas ekonomi harus kembali berjalan. Karena itu, kami sangat menyambut baik kolaborasi ini,” ujar Ferry dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Pos Indonesia (Persero) dan Rumah Tani Nusantara di Bandung, Selasa (6/1).

Ia menjelaskan, bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, khususnya Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, telah mengganggu produksi serta distribusi pangan. Dampaknya berupa keterbatasan pasokan, peningkatan biaya logistik, dan potensi tekanan inflasi pangan. Dalam kondisi tersebut, penguatan distribusi menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Pemerintah, lanjut Ferry, telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah terdampak. Kebijakan tersebut meliputi perlakuan khusus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), seperti pemberian masa tenggang, restrukturisasi kredit, relaksasi persyaratan agunan, kemudahan administrasi, kebijakan klaim penjaminan, percepatan penyaluran KUR baru, serta keringanan suku bunga atau marjin KUR.

Selain itu, pemerintah juga melakukan perbaikan infrastruktur dan akses jalan untuk mengamankan jalur distribusi, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta menyalurkan bantuan sosial pemberdayaan ekonomi dan bantuan pemulihan produksi pertanian berupa benih, pupuk, alat pertanian, hingga rehabilitasi lahan.

“Penguatan distribusi pangan pascabencana tidak bisa dilakukan secara sektoral. Pemerintah mendorong peran aktif BUMN logistik untuk bekerja sama dengan mitra usaha dan komunitas petani agar rantai pasok tetap berjalan, biaya logistik terkendali, dan harga pangan stabil,” tegas Ferry.

Melalui kerja sama ini, PT Pos Indonesia akan mengoptimalkan jaringan logistik nasional, termasuk layanan distribusi hingga ke wilayah pedesaan dan daerah sulit dijangkau. Sementara itu, Rumah Tani Nusantara berperan mendampingi petani dalam budidaya, penyerapan hasil panen, serta kerja sama pemasaran komoditas dengan pelaku usaha di berbagai daerah, guna menjamin ketersediaan dan keberlanjutan pasokan dari hulu ke hilir.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menekan volatilitas harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi secara berkelanjutan. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong model kolaborasi serupa dengan BUMN logistik di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan sistem logistik nasional, termasuk melalui integrasi data distribusi, pemantauan pasokan dan harga, serta koordinasi lintas sektor.

“Apa yang telah kita lakukan semoga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan,” pungkas Ferry.

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian Yuli Sri Wilanti, serta jajaran pimpinan PT Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara.