ESDM dan PLN Salurkan 1.000 Genset untuk Warga Aceh Terdampak Banjir dan Longsor

0
317
PLN menyalurkan 1.000 unit genset bantuan Kementerian ESDM kepada warga Aceh pascabencana guna memastikan penerangan sementara sembari pemulihan jaringan listrik berlangsung. (Foto: PLN)

(Vibizmedia – Nasional) Memasuki awal tahun 2026, kehidupan masyarakat Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, perlahan kembali bergerak. Di bawah langit sore yang cerah, aktivitas warga mulai pulih setelah beberapa hari terhenti akibat bencana.

Dari halaman sebuah musala kecil, deru mesin genset terdengar bersahut dengan tawa anak-anak yang kembali menikmati terang. Cahaya itu menjadi penanda kebangkitan, setelah warga harus bertahan dalam gelap akibat banjir yang memutus pasokan listrik.

Bantuan genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang disalurkan bersama PT PLN (Persero) hadir sebagai penerang sementara sekaligus penumbuh harapan bagi masyarakat.

Sebelumnya, banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak jaringan kelistrikan, terutama di daerah dengan akses terbatas. Hingga kini, masih terdapat desa-desa yang terisolasi karena jalur distribusi dan pengangkutan peralatan PLN belum sepenuhnya dapat dilalui.

Kondisi tersebut mendorong Kementerian ESDM menyalurkan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap memperoleh listrik untuk kebutuhan dasar selama masa pemulihan.

Di tengah suasana desa yang mulai hidup kembali, Nirwa, warga Desa Pante Peusangan, tak kuasa menyembunyikan haru saat genset tiba dan mulai digunakan. Bagi dirinya dan warga lainnya, listrik bukan sekadar cahaya, melainkan penopang utama aktivitas sehari-hari pascabencana.

“Alhamdulillah, kami sangat senang. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN. Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya dengan suara bergetar.

Rasa syukur serupa disampaikan Muhammad Lidan, pengurus Musala Dusun Tanoh Rata. Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya genset, aktivitas warga—terutama ibadah pada malam hari—sangat terbatas karena minim penerangan.

“Sejak genset ini tersedia, alhamdulillah kegiatan ibadah dan penyampaian informasi bisa kembali berjalan. Kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih,” tuturnya.

Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin, menyebut genset kini menjadi tumpuan utama warga sembari menunggu perbaikan jaringan listrik PLN secara menyeluruh.

“Dengan adanya genset ini, masyarakat tetap mendapatkan penerangan sementara sebelum jaringan listrik PLN kembali normal. Atas nama pemerintah desa dan warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.

Kisah serupa juga dirasakan warga Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Desa Riseh Tunong, Abdurrahman, mengatakan bantuan genset sangat membantu masyarakat di wilayah yang masih terisolasi dan belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.

“Genset ini dimanfaatkan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian. Alhamdulillah, sekarang lingkungan menjadi terang dan masyarakat merasa lebih aman,” jelasnya.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa secara sistem kelistrikan utama di Aceh telah kembali terhubung. Namun, kendala masih terjadi pada jaringan distribusi, khususnya di daerah dengan akses sulit serta infrastruktur yang rusak atau masih tergenang.

“Secara tegangan tinggi sudah terhubung, tetapi jaringan distribusi rendah masih ada yang belum bisa dijangkau. Atas arahan Bapak Presiden, kami bersama PLN mengoptimalkan kekuatan negara dengan menyalurkan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara,” ujar Bahlil saat pelepasan bantuan di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Distribusi genset diprioritaskan ke wilayah terdampak paling parah, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, serta sejumlah daerah lainnya di Aceh.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN untuk mempercepat pemulihan jaringan distribusi listrik di seluruh wilayah terdampak, meskipun dihadapkan pada medan berat dan akses terbatas.

“Pemulihan infrastruktur kelistrikan menjadi prioritas utama. Sejak awal, PLN bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan listrik, baik melalui perbaikan jaringan maupun penyediaan sumber listrik sementara,” ujarnya.

Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, yang turun langsung mengawal pendistribusian genset, menambahkan bahwa PLN terus mengerahkan personel dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, listrik adalah denyut kehidupan yang harus tetap hadir. Bantuan genset dari Kementerian ESDM menjadi jembatan sementara agar aktivitas warga, ibadah, layanan sosial, hingga komunikasi tetap berjalan, sembari tim PLN bekerja memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap hingga kembali andal,” jelasnya.

Dalam situasi dengan akses terbatas dan tantangan geografis yang tidak ringan, kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait menjadi kunci pemulihan. Kehadiran genset bukan hanya sebagai sumber listrik sementara, tetapi juga sebagai penopang kehidupan warga, menjaga penerangan tetap menyala di rumah, fasilitas umum, dan lokasi pengungsian, hingga Aceh sepenuhnya pulih dan aliran listrik kembali normal.