Kolaborasi Pusat–Daerah Kuatkan Posisi Jakarta di Peta Ekonomi Kreatif Global

0
439
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/1/2025). (Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf/Bekraf) mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas ekonomi kreatif sepanjang tahun 2025. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, khususnya di Jakarta sebagai kota strategis.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor telah membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas akses ke pasar global sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/1/2026).

“Jakarta memiliki posisi strategis sebagai etalase ekonomi kreatif nasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global,” ujar Teuku Riefky, sebagaimana dipantau InfoPublik, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, dukungan Pemprov DKI Jakarta sepanjang 2025 diwujudkan melalui sejumlah agenda strategis, antara lain penyelenggaraan Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025, fasilitasi promosi produk komik karya kreator Indonesia di ajang Singapore Comic Con, serta kolaborasi peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional melalui kampanye Oktoberkreasi.

Menurut Teuku Riefky, FCE Meeting 2025 berhasil menarik perhatian komunitas internasional dengan total sekitar 500 peserta dari berbagai negara, termasuk 300 peserta yang hadir secara langsung. “Tingginya partisipasi internasional menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Jakarta, memiliki daya tarik kuat sebagai pusat dialog dan kolaborasi ekonomi kreatif global. Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat ke depan,” ujarnya.

Kementerian Ekraf juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu dari 20 besar kota global dunia. Hal ini dilakukan dengan mendorong penyelenggaraan lebih banyak agenda ekonomi kreatif berskala internasional di Jakarta, sehingga kota ini menjadi pusat pertukaran ide, jejaring bisnis, dan promosi karya kreatif nasional.

Sebagai tindak lanjut atas keberhasilan FCE Meeting, Kementerian Ekraf berkomitmen menyelenggarakan World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta pada 2026. Konferensi dua tahunan tersebut diharapkan dapat mendukung visi Jakarta sebagai kota global sekaligus memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dunia.

“WCCE akan menjadi forum global yang mempertemukan aktor hexahelix ekonomi kreatif untuk berbagi gagasan, membangun kolaborasi, serta menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai pilar pembangunan berkelanjutan,” jelas Teuku Riefky.

Selain agenda berskala global, Kementerian Ekraf juga terus mendukung penguatan infrastruktur ekonomi kreatif di Jakarta melalui aktivasi ruang-ruang kreatif publik, seperti Jakarta Creative Hub, Taman Ismail Marzuki, kawasan Ancol, hingga Jakarta International Stadium. Aktivasi ini diarahkan untuk mendukung peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027 serta mendorong distribusi karya, interaksi publik, dan penciptaan nilai ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Koordinator Staf Khusus Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Suharini Eliawati, Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, serta Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala.