BNPB Catat Sejumlah Banjir di Berbagai Daerah, Ribuan Rumah Terdampak

0
354
Banjir
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Senin, 12 Januari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 12 Januari 2026 hingga 13 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Kejadian bencana masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah daerah pada Senin (12/1) memicu terjadinya banjir di berbagai wilayah. Di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, banjir terjadi sekitar pukul 14.00 WIB akibat luapan Sungai Cilemer, Cikaret, Dayeuh, Cilatak, dan Ciliman. Banjir merendam permukiman warga dengan tinggi muka air berkisar antara 20 sentimeter hingga 1 meter.

Sebanyak sembilan kecamatan dan 23 desa terdampak, meliputi Kecamatan Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, Pagelaran, Panimbang, Sobang, dan Saketi. Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada 537 kepala keluarga (KK) atau 2.051 jiwa. Sekitar 300 KK terpaksa mengungsi ke Masjid Agung Kecamatan Sobang.

BPBD Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 537 unit rumah terdampak, delapan unit rumah mengalami rusak ringan, serta sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial turut terdampak, termasuk satu unit penggilingan padi. Hingga Senin sore, genangan air masih terpantau di beberapa wilayah dengan tinggi muka air antara 20 hingga 100 sentimeter. Penanganan terus dilakukan oleh BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan koordinasi lintas sektor.

Di Provinsi Jawa Barat, banjir juga melanda Kabupaten Bekasi pada Senin (12/1) pukul 15.37 WIB akibat hujan deras yang disertai kurang optimalnya fungsi sistem drainase. Banjir terjadi di tiga kecamatan dan tujuh desa, yakni Kecamatan Tarumajaya, Cabangbungin, dan Babelan. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 1.890 unit rumah terdampak dan telah melakukan penanganan bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Bogor pada Senin (12/1) pukul 08.30 WIB akibat hujan lebat yang menyebabkan luapan sungai serta penyempitan alur air. Kejadian tersebut merendam 40 unit rumah di Desa Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong. BPBD Kabupaten Bogor bersama TNI, Polri, dan aparat setempat melakukan kaji cepat serta koordinasi penanganan. Hingga Senin sore, banjir dilaporkan berangsur surut.

Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem periode 13–15 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat disertai angin kencang. Menyikapi hal tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala, memastikan fungsi drainase tetap optimal, serta memangkas pohon-pohon rimbun yang berpotensi membahayakan. Apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan mengganggu jarak pandang, masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri atau mengikuti arahan petugas berwenang, serta menghindari daerah aliran sungai dan wilayah lereng perbukitan.