SIG Perkuat Daya Saing Industri Semen Lewat Infrastruktur Summit 2025

0
67
Direktur Sales dan Marketing SIG menyerahkan cendera mata kepada VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk pada acara SIG Infrastructure Summit di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali (Foto: SIG)

(Vibizmedia – Nasional) Di tengah kondisi pasar semen domestik yang masih dibayangi kelebihan pasokan dan perlambatan sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memilih bersikap proaktif dalam menghadapi persaingan industri.

Melalui ajang SIG Infrastructure Summit 2025 bertema “Bangga Bangun Indonesia”, SIG memaparkan berbagai strategi untuk memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang bisnis baru pada 2026. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat sinergi dengan mitra usaha, perbankan, serta para pemangku kepentingan di sektor infrastruktur.

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan transformasi bisnis dengan menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif, sejalan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis.

SIG juga memperdalam pemahaman terhadap karakteristik pelanggan di berbagai wilayah serta mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.

“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, serta solusi konstruksi terintegrasi. Kami memastikan setiap produk dan layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan jangka panjang,” ujar Dicky dalam acara yang digelar di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, Desember 2025.

Melalui forum ini, SIG menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri bahan bangunan nasional yang tidak hanya menawarkan produk ramah lingkungan, tetapi juga layanan pendukung dengan fasilitas operasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Penguatan kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Sementara itu, VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, memperkirakan penjualan semen nasional akan tumbuh sekitar 2,5% pada 2026, didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti. Meski demikian, tantangan industri masih mencakup overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tuntutan efisiensi yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut inovasi berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah, sejalan dengan strategi SIG.

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong konstruksi berkelanjutan melalui penggunaan material bangunan ramah lingkungan dan rendah karbon.

Ia memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan proses ramah lingkungan, sehingga mampu menurunkan emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 90%.

Salah satu produk unggulan tersebut adalah SIG PwrPro, semen hidraulis yang dirancang menghasilkan beton berkualitas tinggi sekaligus ramah lingkungan. Produk ini telah digunakan dalam berbagai proyek strategis nasional, antara lain Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, Kawasan Industri Batang, Sabo Dam Merapi, dan Kendal Industrial Park.

Selain itu, SIG juga mendorong pemanfaatan produk turunan semen hijau, seperti bata interlock presisi, untuk mendukung program pemerintah pembangunan tiga juta rumah per tahun.

Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi konstruksi yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

“Kami meyakini pembangunan infrastruktur nasional harus berjalan seiring dengan transisi menuju ekonomi rendah karbon agar Indonesia tetap kompetitif di tingkat global. Melalui SIG Infrastructure Summit, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, menggali peluang proyek strategis, dan menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan yang memberi nilai tambah nyata bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan kepemilikan saham pemerintah sebesar 51%.

Sejak bertransformasi pada 2013, SIG berkembang menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di kawasan regional, dengan jangkauan pasar hingga Asia, Australia, dan Oseania. Berbekal pengalaman lebih dari satu abad, SIG mengelola enam anak usaha semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja Tbk, serta Thang Long Cement Company di Vietnam, dengan komitmen kuat terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan pelestarian keanekaragaman hayati.