(Vibizmedia – Nasional) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis analisis iklim Dasarian II Januari 2026 (11–20 Januari) yang menunjukkan perbedaan karakter hujan di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah diprakirakan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi yang berpotensi memicu banjir serta bencana hidrometeorologi lainnya.
BMKG pada Rabu (14/1/2026) mencatat, secara umum kondisi hujan di Indonesia bervariasi dari bawah normal hingga atas normal, dengan sebaran yang tidak merata antarwilayah.
Wilayah dengan sifat hujan bawah normal meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Sumatra, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Kondisi ini mengindikasikan peluang hujan yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis.
Sebaliknya, sifat hujan atas normal atau lebih basah dari biasanya diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya banjir dan genangan, terutama di daerah rawan.
BMKG menjelaskan, kondisi hujan pada periode ini dipengaruhi oleh masih aktifnya angin baratan yang membawa uap air dari Samudra Hindia, keberadaan belokan angin di Sumatra bagian utara, serta pusat tekanan rendah di wilayah barat Sumatra dan utara Maluku yang mendukung pembentukan awan hujan intensif.
Dari sisi intensitas, curah hujan kategori menengah dengan kisaran 50–150 milimeter per dasarian diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sementara itu, curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, yakni di atas 150 milimeter per dasarian, berpotensi terjadi di sebagian besar Banten, sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, serta Sulawesi Selatan.
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat. Status awas ditetapkan untuk beberapa kabupaten dan kota di wilayah Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Adapun wilayah lain di Pulau Jawa, Sumatra, dan sebagian kawasan timur Indonesia berada pada status siaga dan waspada.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi. Sektor pertanian juga diharapkan mengantisipasi dampak kelebihan air di daerah basah serta potensi kekeringan relatif di wilayah dengan hujan bawah normal. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi gangguan transportasi darat, laut, dan udara akibat hujan lebat dan angin kencang.









